Pendidikan & Kesehatan

Klaster Perkantoran di Ponorogo, 13 Kasus Positif, 1 ASN Meninggal

Salah satu kantor pelayanan pemerintah, pegawainya melakukan WFH setelah muncul klaster perkantoran. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kasus penambahan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih terjadi di Ponorogo. Perkembangan terakhir, ada 25 tambahan kasus konfirmasi baru. Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi sejak Covid-19 ada di bumi reyog pada bulan Maret lalu.

“Penambahan pasien Covid-19 masih terjadi di Ponorogo. Kali ini ada 25 kasus baru,” kata Plt. bupati Soedjarno, Senin (30/11/2020).

Dari jumlah itu, sebanyak 12 kasus disumbang dari kluster perkantoran. Yakni hasil tracing kontak erat kasus konfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia beberapa hari yang lalu. Setelah dilakukan pengambilan swab untuk pemeriksaan PCR, semuanya dinyatakan konfirmasi Covid-19.

“Muncul kluster perkantoran, dari kluster tersebut sudah ada 13 kasus terkonfirmasi termasuk dengan pasien yang meninggal sebelumnya,” katanya.

Ketua satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo Agus Purnomo menyebut kluster perkantoran itu terjadi di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, khususnya di bidang pendapatan. 12 orang yang positif tersebut merupakan satu ruangan dengan rekannya ASN yang sebelumnya meninggal beberapa waktu lalu karena Covid-19. Usai mempunyai riwayat perjalanan dari luar kota.

“Sejak Kamis (26/11) lalu kantornya sudah di lockdown sementara,” katanya.

Tracing terhadap kontak erat dari 12 pasien kluster perkantoran itu terus dilakukan. Mereka merupakan pasien dengan tanpa gejala. Sehingga Agus meminta kepada Kadinkes untuk yang positif dan tanpa gejala, dengan kondisi sehat dan mampu menjaga diri untuk melakukan isolasi di rumah. Kalau menurut analisa Dinkes tidak bisa isolasi di rumah, ya diisolasi di rumah sakit. Itu dilakukan sebagai antisipasi seandainya shelter yang ada penuh.

“Kita tidak tau nanti apa yang terjadi, antisipasi jika ruang isolasi penuh. Sambil menunggu ini kita akan siapkan shelter baru yang lebih representatif,” katanya.

Hingga saat ini, jumlah kumulatif kasus positif ada 661 orang. Dengan pasien yang menjalani isolasi ada 63 orang. Sedangkan pasien yang sembuh ada 571 dan pasien yang meninggal mencapai 27 orang. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar