Pendidikan & Kesehatan

Klaim Rp 23 M untuk Penanganan Covid Baru Dibayar Rp 11 M

Jember (beritajatim.com) – Klaim Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebesar Rp 23 miliar untuk penanganan Covid-19 baru dibayar Rp 11 miliar oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Sisanya di-dispute, artinya belum bisa diterima. Tim verifikator BPJS sangat ketat. Kepada rumah sakit daerah, mereka sangat ketat meneliti titik demi titik. Tidak semudah yang dibayangkan. Jadi kalau ada yang mengatakan kami (sengaja) meng-covid-kan (pasien), tidak juga,” kata Direktur RSD dr. Soebandi Hendro Soelistijono, Selasa (10/11/2020).

Menurut Hendro, banyak pengajuan klaim yang dicoret dan tidak dibayar karena dianggap tidak memenuhi syarat untuk kasus Covid. “Dan itu cukup merugikan, karena resources yang kami keluarkan cukup banyak,” katanya.

Hendro siap jika RSD dr. Soebandi diaudit. “Kami setiap tahun menghadirkan auditor eksternal. Sebelum BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) masuk, kami sudah melakukan audit pada awal tahun, sehingga pada Februari kami sudah punya hasil audit dari kantor akuntan publik,” katanya.

Sementara itu, di lain pihak, pendapatan RSD sebagai badan layanan umum daerah mengalami penurunan dari target. Awalnya, target pendapatan RSD dr. Soebandi adalah Rp 217 miliar. “Di pertengahan, kami mengalami penurunan karena kunjungan pasien turun drastis,” kata Hendro.

Akhirnya, target direvisi menjadi Rp 177 miliar. “Alhamdulillah pada akhir Oktober kemarin kami sudah mendapat Rp 167 miliar, piutang Rp 7 miliar, utang Rp 8 miliar. Insya Allah akan lebih dari 100 persen target yang akan dicapai,” kata Hendro. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar