Pendidikan & Kesehatan

Usung Ketahanan Pangan Mandiri

KKN Mahasiswa Unair Ajarkan Budidaya Hidroponik

Surabaya (beritajatim.com) – Keadaan serba tidak menentu di masa pandemi membuat masyarakat harus memutar otak guna menjaga ketahanan pangan mandiri. Melihat hal itu, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Bersama Masyarakat (KKN-BM) Universitas Airlangga (Unair) di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo berinisiatif mengenalkan dan mengajak masyarakat melakukan cocok tanam secara hidroponik.

Hidroponik merupakan metode budidaya tanaman yang dilakukan dengan menggunakan media air. Ferliana Rahmah, penanggung jawab program kerja tersebut menjelaskan bahwa kegiatan yang diikuti sekitar 20 masyarakat setempat itu dilakukan sebagai upaya untuk pemberdayaan pangan. Ketika sudah panen, tanaman itu dapat dijadikan oleh masyarakat sebagai bahan pangan, sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli sayur.

“Selain hasil panen tanaman yang lebih menyehatkan apabila dikonsumsi karena bebas dari pestisida, kegiatan hidroponik ini juga bisa dijadikan sebagai penghijauan dan memperindah lingkungan agar terlihat lebih asri,” terang mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia itu, Jumat (31/7/2020).

Bekerjasama dengan salah satu masyarakat yang merupakan sarjana pertanian, kegiatan itu dilaksanakan pada Minggu, 19 Juli 2020. Sebelumnya, masyarakat dan mahasiswa KKN melakukan kerja bakti di sekitar desa untuk mempersiapkan lingkungan yang bersih terlebih dulu.

Setelah itu, mahasiswa KKN melakukan sosialisasi dan pengenalan mengenai apa itu hidroponik, media dan peralatan yang akan digunakan, dan bagaimana proses penanamannya. Terakhir, mereka langsung melakukan praktik penanaman sayuran secara hidroponik.

“Benih sayuran pare dijadikan sebagai sampel saat melakukan praktik penanaman karena daya tahan tanaman itu lebih bagus dibandingkan benih tanaman lainnya. Setelah ini, masyarakat dapat menanam beraneka jenis sayuran lainnya sebagai stok bahan pangan nantinya,” tambah Ferliana.

Puspita Sari, salah satu warga setempat mengaku senang dengan adanya kegiatan seperti itu. “Dengan adanya pengenalan hidroponik ini, kami bisa mengisi kegiatan selama pandemi dengan produktif karena penanamannya pun tidak membutuhkan lahan yang luas, sehingga kami dapat melakukannya dengan mudah,” terangnya. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar