Pendidikan & Kesehatan

KKN Mahasiswa UMSurabaya Hasilkan Inovasi Terapan

Surabaya (beritajatim.com) – Selama masa pandemi mahasiswa UMSurabaya menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan format Back to Village atau kembali ke rumah. Dengan Program KKN Back to Village ini mereka diwajibkan untuk membuat sesuatu yang bernilai guna dan berbabis dari permasalahan tempat tinggal masing-masing.

Salah satunyaa Pelepah pisang kerap dibuang dan menjadi limbah saat buahnya sudah di panen. Pemandangan ini kerap terlihat di kebun pisang di kelurahan Kalianak, Krembangan, Surabaya.

Melihat kondisi ini, tim KKN Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya berupaya mengolah pelepah pisang menjadi polibag ramah lingkungan yang dinamakan GDPOT.

Fauziah Trisna, anggota KKN mengungkapkan ia bersama 14 anggota KKN melihat kondisi di Kalianak yang banyak sampah dari pelepah pisang. Untuk itu, ia dan yeman-temannya berupaya mengolahnya secara sederhana agar mudah diadaptasi warga.

“Pelepah pisang ini kami iris kecil2 dan kami keringkan. Kemudian kami campur dengan bubur kanji dan kami cetak pada pot bekas atau ember bekas,”urai mahasiswa Psikologi ini.

Setelah kering, pelepah yang sudah tercetak itu kemudian dilepas dari cetakan.

Dikatakan Fauziah, pot ini nisa digunakan sebagai pengganti polibag, selain itu juga bisa dijadikan media tanam karena bahannya bisa terurai.

“Bisa juga untuk dekorasi lampu hias, dan UMKM di kampung sudah siap memproduksinya unyuk dijadikan produk unggulan,”tegasnya.

Inovasi Selama KKN Akan Dibukukan

Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya selama pandemi telah menghasilkan beragam inovasi untuk dimanfaatkan masyarakat.

Apresiasi atas upaya mahasiswa ini turut dilakukan pihak kampus dengan membukukan beragam inovasi mahasiswa dalam buku yang memiliki ISBN (International Standard Book Number).

Wakil rektor 1 Bidang Akademik UM Surabaya,M Ridwan menjelaskan KKN dilaksanakan selama sebulan hingga mahasiswa menghasilkan teknologi tepat guna.

Mulai pengolah limbah, pengusir tikus, pencuci tangan higienis dan kotak infaq agar steril dari Covid-19 hingga produk rempah untuk imunitas warga.

“Kami bangga mahasiswa bisa berinovasi untuk membantu warga di mana KKN berada. Luaran KKN ini akan dibuat tulisan dengan ISBN, atau bahkan di HKI kan,”urainya.

Harapannya, akan memudahkan mahasiswa dalam kelanjuyan studinya. Karena kebijakan universitas bagi mahasiswa yang mempunyai tulisan di jurnal dan buku bisa dijadikan pengganti skripsi. [adg/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar