Pendidikan & Kesehatan

Kisruh Data Bansos Covid-19, Pakar UNAIR: Tim Validasi Harus Kerja Ekstra

Foto: Ilustrasi. Rakyat Miskin

Surabaya (beritajatim.com) – Pakar Sosiolog Universitas Airlangga Surabaya, Bagong Suyanto menyarankan adanya validasi data akurat terhadap penerima Bansos Covid-19.

Sebab, kisruh distribusi bantuan terus terjadi di Surabaya. Khususnya data pendistribusian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

’’Tim validasi (data) harus kuat. Verifikasi harus sampai ke tingkat bawah,’’ kata Bagong, Senin (11/5/2020).

Sebelum diumumkan, sedianya verifikasi hingga tingkatan RT sudah harus tervalidasi. Artinya, warga yang terdata tepat sasaran.’’Ini sudah tidak bisa ditawar lagi, mengingat kondisi pandemi seperti ini yang harus dilakukan oleh Pemerintah adalah menurunkan bantuan bagi warga terdampak,’’ terang dia.

Mau tidak mau saat ini bantuan sosial kepada masyarakat terdampak harus menjadi prioritas. Sebab, kondisi ekonomi di Surabaya kian retak.

Sedangkan pembatasan sosial berskala besar kian diperpanjang. Dampak dari pandemic ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat kecil.

Pun juga dirasakan oleh masyarakat menengah keatas.’’Karena yang ekonominya relatif mapan sekarang mereka juga kehilangan penghasilan,’’ terang akademisi senior di FISIP Unair ini.

Dibalik dengan adanya bansos yang diberikan kepada masyarakat, Bagong juga mengingatkan agar bantuan yang diberikan tidak dipolitisir. Seperti yang terjadi di wilayah Klaten, Jawa Tengah.

’’Karena persoalan ini kian menambah kemiskinan dari dampak yang ditimbulkan. Namun, upaya bantuan yang diberikan jangan dipolitisir,’’ pungkas Bagong.(ifw/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar