Pendidikan & Kesehatan

Kisah Sekeluarga Positif Covid-19 di Ponorogo yang Jalani Isolasi

Pasien yang positif Covid-19 di Ponorogo diisolasi di RSUD dr. Harjono(foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Rasa optimimisme bisa sembuh dari virus corona diungkapkan oleh pasien terkonfirmasi positif nomor urut 2 atau berinisial SS asal Ponorogo. Sejak masuk ruang isolasi pada tanggal 30 Maret 2020 lalu, kini kondisi kesehatan semakin membaik. Bahkan Dia merasa badannya sudah pulih 100 persen.

“Meski masih dalam isolasi, rasanya sudah pulih 100 persen. Kegiatannya kalau pagi olahraga, bahkan sudah bisa lari seperti biasa,” kata salah satu pasien positif Covid-19 kluster Sukolilo itu, lewat sambungan telepon, Minggu (19/4/2020).

Pasien berinisial SS ini menceritakan keadaannya selama menjalani isolasi di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Harjono Ponorogo. Dia mengaku, hari pertama masuk, keadaannya sudah mengalami perubahan. Jika sebelumnya badannya merasa panas dingin dan sesak nafas, setelah diberi obat-obatan oleh dokter, rasa sakitnya tersebut berangsur-angsur berkurang. Bahkan pada hari ke-5 perawatan, pernapasannya sudah tidak menggunakan bantuan tabung oksigen dan obatnya pun sudah dalam bentuk pil.

“Seminggu dirawat infus sudah boleh dilepas, saya sudah merasa fit seperti keadaan biasanya,” katanya.

Di dalam ruang isolasi, SS tidak sendiri, Dia bersama keluarganya yakni istrinya yang menjadi pasien positif Covid-19 nomor urut 5 dan anaknya yang masih berstatus PDP, sebab saat dilakukan rapid test hasilnya reaktif, namun hasil Swabnya belum keluar. Istrinya sudah menjalani 15 hari isolasi, keadaanya juga membaik, infusnya sudah dilepas 4 hari lalu.

“Anak saya malah sehat, Dia tidak ada keluhan sama sekali, diisolasi baru 5 hari ini,” katanya.

Meski sudah merasa lebih baik, SS harus mematuhi protokol kesehatan mengenai virus corona ini. Yakni, harus menjalani isolasi sampai Swabnya menunjukan hasil yang negatif. Bahkan meski sudah bisa keluar dari isolasi rumah sakit, mereka juga masih melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

“Untuk mengatasi kebosenan di ruang isolasi, kegiatannya ya membaca buku, mengaji dan maenan handphone,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pasien SS juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu jaga kondisi saat pandemi Covid-19 ini. Menjaga kebersihan dengan sering-sering mencuci tangan dengan sabun. Jika mengalami demam, batuk hingga gangguan pernafasan, harus langsung diperiksakan ke rumah sakit. Jangan malu atau ditahan-tahan.

“Ini penting, karena selain bisa mempercepat proses penyembuhan, juga bisa mencegah penyebaran penularan virus corona tersebut,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar