Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Kisah Pilu Rafa, Bocah 7 Tahun Asal Surabaya Tak Mampu Berjalan Akibat Sakit Saat Balita

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah saat melihat kondisi Rafa di rumahnya Tumowo, Tambaksari, Surabaya.

Surabaya (beritajatim.com) – Bisa berjalan laiknya anak normal hanya jadi mimpi bagi Moch Tara Anggara Putra. Bocah 7 tahun asal Tambaksari, Kota Surabaya ini mengalami kelumpuhan sejak kecil.

Ibunda Rafa, Devi Kurniawati, bercerita kondisi yang dialami anaknya terjadi 5,5 tahun lalu. Saat itu, Rafa yang berusia 1,5 tahun mengalami sakit sampai kejang hingga mengganggu syarafnya.

“Dulu waktu bayi, ya normal. Setelah kejang itu mengalami masalah dengan kakinya. Hingga sekarang dia masih belum bisa berjalan,” kata Devi di Surabaya, Senin (23/5/2022).

Melihat kondisi anaknya, Devi berusaha keras agar Rafa bisa sembuh. Bocah itu pernah dirawat dan menjalani terapi di RSUD dr Soetomo namun tak menunjukkan perkembangan berarti.

Devi juga kerap mengantarkan Rafa menjalani terapi di Poli Tumbuh Kembang RSUD dr M Soewandhie. Dalam sepekan, Rafa diterapi sebanyak empat kali namun belum juga mendapatkan hasil.

Seiring berjalannya waktu, Devi mengaku mengalami kendala membiayai biaya pengobatan Rafa. Dia tak mampu membayar biaya terapi Rafa lantaran tidak ditanggung Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Saya punya KIS, tapi katanya kalau terapi di Poli Tumbuh Kembang tidak dicover, jadi pakai biaya sendiri. Rafa juga saya pijatkan ke berbagai tempat tapi belum ada hasilnya,” ungkapnya.

Selama ini, kata Devi, Dinas Kesehatan (Dinkes) serta puskesmas belum pernah menjenguk atau memberikan bantuan. Padahal bantuan pemerintah Kota Surabaya itu sangat ia butuhkan untuk pengobatan putranya yang terbilang mahal.

Mengetahui ada salah seorang warga yang sangat membutuhkan perhatian, Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah, menjenguk Rafa langsung di rumahnya di Tuwowo, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Khusnul ingin memastikan putra almarhum Rustam Efendi dan Devi Kurniawati ini mendapatkan bantuan dari Pemkot Surabaya.

“Memang betul selama ini belum ada yang mengunjungi, termasuk dari Puskesmas. Ini tentu sebuah ironi. Di saat Surabaya bersiap memasuki usia baru, seharusnya tidak ada lagi anak di Surabaya yang mengalami kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan,” ungkapnya.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini pun langsung mengontak pihak Puskesmas Gading, agar segera mengunjungi dan memberikan obat serta vitamin untuk membantu percepatan pemulihan kesehatan Rafa.

“Saya juga berkoordinasi dengan Dinkes Surabaya dan juga RSUD dr M Soewandhie, agar Rafa mendapat perhatian. Kasihan, diusianya 7 tahun seharusnya dia bisa sekolah dan berlari-larian dengan teman-temannya,” ujarnya.

Untuk kebutuhan mendesak saat ini, lanjut Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini, Rafa membutuhkan alat penyangga agar bisa berjalan. Selain itu, juga kemudahan untuk bisa rutin terapi di RSUD dr M Soewandhie.

“Saya berharap Pemkot Surabaya bisa segera menindaklanjutinya. Semoga Rafa segera sehat dan kelak menjadi anak yang membanggakan orang tua dan Kota Surabaya,” pungkasnya. [asg/beq]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar