Pendidikan & Kesehatan

Ujian dan Wisuda Via Daring

Kisah Nakes Asal Gresik Berjuang Lulus Tesis di Tengah Pandemi

Gresik (beritajatim.com) – Dampak pandemi Covid-19 yang melanda tanah air sangat dirasakan oleh semua sektor. Termasuk sektor pendidikan. Namun, hal itu tidak membuat patah semangat Mohammad Tajuddin (44) mahasiswa pascasarjana S2 asal Gresik. Dia berjuang lulus meski sidang tesisnya dilakukan via daring (dalam jaringan).

Sebelum menyelesaikan tesis, M. Tajuddin yang juga tenaga kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG) dihantui perasaan was-was terkait dengan merebaknya virus yang mematikan itu. Sebagai nakes, dirinya juga rawan terpapar Covid-19.

Perasaan ayah dua anak ini sempat campur aduk sewaktu mencari bahan literasi menyusun tesisnya di kampus Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Dirinya kuatir dicap membawa virus oleh rekan-rekannya. Maklum saja Covid-19 di Gresik masih cukup tinggi. Kendati daerah tersebut masuk kategori zona oranye.

“Saya rapid test dua kali selama menyusun tesis. Pertama saat ujian proposal, kedua saat ujian tesis. Sewaktu ada pemeriksaan swab di RSSG, sempat takut juga bagaimana kalau positif. Lalu kelanjutan tesisnya bagaimana. Tapi, alhamdulillah hasilnya negatif. Semua dinyatakan negatif,” ujar M. Tajuddin, Minggu (4/10/2020).

Selama pandemi Covid-19, nakes yang bekerja di RSSG itu harus pandai-pandai mengatur waktu. Sebab, di sisi lain tetap melayani pasien setiap hari serta bagaimana mengatur waktu saat melakukan penelitian maupun ujian online.

Berkat ketekunannya, M.Tajuddin mampu menyelesaikan tesis. Sehingga, tercatat sebagai mahasiswa yang diwisuda ke-37 di UMG. Selama membuat tesis, M.Tajuddin bercerita bagaimana mengatur waktu setiap hari. Namun, sebagai nakes dirinya terlebih dulu menyelesaikan tugasnya. Setelah itu, baru menyelesaikan tugas akhir (Tesis). Kemudian melanjutkan lagi tugasnya sebagai kepala rumah tangga.

Sewaktu menjalani sidang ujian tesis via daring, pria yang juga Kepala Bagian Rekam Medis RSSG ini menyusun tesisnya ‘Pengaruh Motivasi Kerja, Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja di RSSG dengan Variabel adalah Kinerja Karyawan.

“Kepuasan kerja ada hubungan atau dipengaruhi budaya organisasi yang harus dilaksanakan serta motivasi pekerja karyawan. Jika budaya organisasi dan motivasi kerja dikerjakan sungguh-sungguh maka kepuasan atau kinerja karyawan di RSSG akan meningkat,” tutur M.Tajuddin.

Dari hasil tesis tersebut, M.Tajuddin mampu meraih IPK 3,89 atau memuaskan. Hanya saja, moment prosesi wisudanya karena masih di tengah pandemi membuatnya sedikit sedih. Wisuda yang identik kebahagiaan bersama anak serta istri tidak bisa dilakukan. Dirinya, hanya cukup melakukan didepan laptop dengan berpakaian toga.

“Mau gimana lagi, ada perasaan haru dan bahagia. Tapi karena masih suasana ada pandemi Covid-19. Moment-nya cukup di depan laptop sambil berdoa agar virus Covid-19 segera sirna dan berakhir,” pungkasnya.

Wisuda UMG kali ini, digelar secara virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Seluruh prosesi wisuda juga disiarkan secara langsung melalui akun YouTube resmi Universitas Muhammadiyah Gresik. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar