Pendidikan & Kesehatan

Kisah Dosen Unej yang Tak Bisa Pulang dari Nigeria Gara-gara Corona (2-Tamat)

Achmad Subagio (pakai topi)

Jember (beritajatim.com) – Achmad Subagio juga bukan satu-satunya ‘makhluk asing’ di Nigeria. Ada empat warga Indonesia yang bekerja di perusahaan ini. Ia juga tinggal bersama pakar dari India dalam sebuah wisma besar.

“Karena isu keamanan juga menjadi hal yang penting di Nigeria, maka bantuan keamanan juga diberikan oleh kepolisian negara ini. Setiap hari saat saya terjun ke lapang selalu ada pihak kepolisian yang mengawal,” kata dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (Unej) ini kepada beritajatim.com via WhatsApp.

Kegiatan masyarakat Nigeria masih berjalan normal. Namun ada pemerintah memberikan imbauan melalui mobil-mobil dinas agar warga tetap di rumah. Listrik dan sinyal komunikasi di Benin, kota Subagio tinggal, tak stabil. “Siang-siang saja listrik juga mati,” katanya.

Sebagaimana di negara lain, Covid-19 menjadi isu besar di Nigeria. “Karena orang-orang penting, seperti chief of staff juga terkena virus ini. Bahkan ada isu Presiden Bukhari juga terinfeksi dan harus dikarantina. Pemerintah di sini, walaupun dengan fasilitas kesehatan yang tidak memadai, cukup sigap, dengan menerapkan berbagai program, termasuk lockdown untuk kota-kota penting seperti Abuja dan Lagos,” kata Subagio.

Hingga 28 Maret 2020 lalu, Benin belum dikarantina. “Hanya sejak Kamis (26/3/2020) sudah mulai terjadi rush pembelian bahan pangan di supermarket dan mall dengan antrian yang sangat panjang. Imbauan untuk social distancing, penggunaan sanitizer dan berbagai hal, terus disuarakan,” kata Subagio.

Masyarakat kelas atas dan berpendidikan mematuhinya. “Namun untuk masyarakat kelas bawah yang merupakan golongan dengan jumlah sangat besar di Nigeria, imbauan itu tidak terlalu dipersoalkan. Pembatasan-pembatas bepergian sudah mulai dirasakan, dengan berhentinya transportasi umum,” kata Subagio.

“Harga-harga naik pesat, karena ada rush. Orang yang punya uang sudah mulai men-stok bahan pangan. Sementara bagi yang tidakm kasihan sekali entah bagaimana. Karena saya dijamin perusahaan, jadi tidak ada masalah,” kata Subagio.

Tak ada yang tahu kapan Subagio bisa kembali ke Indonesia. Namun dia bersyukur perusahaan menjamin kenyamanan tinggal di Nigeria. “Saya bisa beraktivitas melanjutkan pekerjaan konsultansi yang saat ini sangat diperlukan,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar