Pendidikan & Kesehatan

Student Exchange

Kisah Danti yang Tak Kenal Menyerah

Surabaya (beritajatim.com) – Bercita-cita selama menempuh kuliah bisa mengikuti program student exchange, Aisyah Amalia Ramadanti atau yang akrab disapa Danti baru bisa tercapai di semester 7.

Sejak awal, Danti terus berjuang untuk meraih mimpinya, yakni berkesempatan untuk mendapat relasi dan pengalaman manca negara. Akhirnya setelah memasukkan beragam formulir dan aplikasi program student exchange, di kesempatan pertamanya setelah lebih 3 tahun, ia langsung mendapat gelar “Best Group Presentation” di ajang Global Culture Corner 1.0 Multicultural Competencies for Global Leaders Footprints in the Heart yang dilaksanakan pekan lalu.

Dengan mengangkat tema “student exchange” Danti berhasil menyisihkan 30 peserta lainnya dari berbagai negara. Danti mengaku perjuangannya yang sulit membuat dia lebih bersemangat dan siap tempur di program Global Culture Corner 1.0 ini.

“And i worked so hard for this, aku bener-bener usaha keras buat nyiapin presentasi terbaikku. Aku latihan presentasi pagi sampai malem biar pronounce english dan penjelasanku bisa dimengerti, latihan manajemen waktu juga untk bisa membagi waktu sama ngerjain tugas kuliah dan kerjaan lain,” ungkap gadis kelahiran Surabaya 23 Desember 1999 ini.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program ex-change internasional yang digelar Universiti Teknologi Malaysia (UTM) bekerja sama dengan Asia Technological University Network (ATU-NET). Ajang tersebut diikuti 30 peserta dari tujuh negara termasuk Universitas Airlangga (Unair) mewakili Indonesia.

Mahasiswi Ilmu Politik Unair ini mengaku termotivasi saat mengikuti program ini karena tema yang diangkat adalah tentang kebudayaan. “Aku sangat ingin menjadi representasi Indonesia dan menjelaskan kultur Indonesia yang sangat kaya dan unik kepada seluruh peserta, juri, serta para lecturer (professor dan doktor) dari masing2 universitas,” terangnya.

Meskipun mengaku sempat sedih karena acaranya berlangsung secara daring, Danti berpendapat bahwa program tersebut sangat subtansial dan menarik, karena bisa mendapat ilmu tentang budaya lain dan teman teman baru internasional.

“Impiannya kan bisa ke exchange ke luar negeri tapi ya gimana lagi daripada kena corona. Networkingku makin luas banget. Jujur ya, pas aku menang group presentation tuh aku speechless terus langsung nangis. Aku ingat perjuanganku apply sana sini tapi ngga lolos terus dan baru keterima program exchange internasional ya di awal semester 7 ini,” kenang Danti, Kamis (17/9/2020).

Danti menuturkan bahwa timnya mengambil topik Cultural festivities and celebrations, menyajikan materi mengenai Festival Panen di negara masing-masing anggota. Festival Tungguk Tembakau dipilihnya sebagai bahan presentasi dan mengantarkannya mendapat kesempatan menyampaikan pidato.

“Alhamdulillah Aku dapat award Best Group Presentation di acara ini, dan dikasih kesempatan buat mewakili Unair untuk menyampaikan speech dalam acara ini,” ujarnya.

Dengan waktu yang cukup singkat, Danti menyampaikan bahwa persiapan materi dilakukan dari malam setelah technical meeting. Yakni mengenai festival panen apa yang akan dipilih untuk dipresentasikan. Selain itu, ia juga melakukan riset mengenai sejarah, kultur, berlangsungnya festival, adat-adat tradisional yang masih dipertahankan, dan masih banyak lagi.

“Dari riset untuk menyajikan materi ini, aku jadi banyak belajar tentang kultur kebudayaan di negaraku sendiri. Aku sangat beruntung tinggal di Indonesia yang kekayaan budayanya sangat banyak dan beragam, salah satu aset yang harus dipertahankan selamanya,” pungkas Danti. [adg/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk