Pendidikan & Kesehatan

Kirim Ratusan Spesimen Swab, Ponorogo Berpotensi Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19

Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo mengirim ratusan spesimen swab ke labolatorium di Surabaya. Ratusan spesimen itu diambil dari beberapa kelompok penularan dan temuan baru. Yakni dari kontak erat klaster badan pendapatan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPPKAD), klaster keluarga, dan temuan dari hasil rapid test kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

“Hari ini kami kirimkan spesimen swab dari 375 orang. Ya harapannya hasilnya negatif semua,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Senin (30/11/2020).

Irin sapaan drg. Rahayu Kusdarini menyebut jika pengiriman hari ini, merupakan yang tertinggi selama ini. Sebelumnya tidak setinggi hari ini. Minggu (29/11) kemarin, pihaknya juga mengirim spesimen sebanyak 225 orang. Dari rapid test massal KPPS, selalu ada yang reaktif di semua tempat tes. Padahal jumlah yang dites ada 18 ribu orang.

“KPPS yang hasil tesnya reaktif, ditindaklanjuti dengan tes swab,” katanya.

Melihat banyaknya spesimen yang dikirim, potensi lonjakan kasus akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Dia menyayangkan lonjakan ini terjadi. Pasalnya bulan lalu kasus Covid-19 melandai. Namun, bulan November ini, kasus malah meningkat lagi. Masih banyaknya masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan disebut Irin sebagai biang lonjakan kasus ini.

Irin menyayangkan lonjakan kasus Covid-19 yang terus terjadi. Padahal sebelumnya kasus sempat melandai. Nyatanya, memasuki November ini, jumlah kasus konfirmasi naik tajam. Menurutnya, abainya masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan menjadi biang utama. Irin ambil contoh pada kluster perkantoran, ada satu orang yang terkena Covid-19, namun terman kerjanya satu ruangan kena semua.

“Berarti faktanya dalam bekerja mereka tidak mematuhi protokol kesehatan. Buktinya, rekan kerjanya juga ikut terpapar Covid-19,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar