Pendidikan & Kesehatan

Khofifah: Wali Murid Bisa Usulkan Pembelajaran Daring

Gresik (beritajatim.com)- Kasus yang terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Gresik terus mengalami kenaikan. Sebaran virus tersebut mulai merebak di lingkungan sekolah. Berdasarkan catatan Satgas Covid-19 setempat ada 11 siswa yang terkonfirmasi positif.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sewaktu berkunjung ke Gresik menyatakan surat keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Ristek sudah keluar. Bagi daerah yang masuk kategori PPKM level 2 pelaksanaan PTM sebanyak 50 persen.

Selain itu, kata dia, dalam SKB 4 menteri PTM dilakukan secara wajib. Namun, dalam SK Mendikbud ini PTM dilakukan atas seizin orang tua. “Apabila wali murid tidak berkenan bisa mengusulkan pembelajaran daring,” tuturnya, Jumat (4/2/2022).

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menambahkan, terkait dengan ini dirinya meminta agar sekolah lebih proaktif. Yakni apabila siswa atau guru muncul gejala meskipun ringan, harus langsung di swab. Hal ini dilakukan agar persebaran covid selama PTM bisa dikendalikan. “Kalau ada gejala langsung swab, dan tidak perlu masuk sekolah dulu meski hanya flu,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik S Hariyanto mengakui apabila pembelajaran daring sangat berdampak pada perubahan karakter dan mental siswa. Sehingga, PTM ini begitu penting bagi siswa dan guru itu sendiri.

Meski demikian, dirinya juga membenarkan apabila ada siswa yang positif covid. Sejauh ini yang terlapor ke Dispendik ada 11 siswa. Sembilan diantaranya dalam satu sekolah. “Laporan yang masuk ke kami sementara ada 11 siswa. Untuk itu, protokol kesehatan ketat tetap dikedepankan agar penyebaran virus covid-19 bisa ditekan,” tandasnya. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar