Pendidikan & Kesehatan

Hasil Tracing, 8 Kepala OPD Pemprov Jatim Positif Covid-19

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa setelah dipastikan positif Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri sejak 2 Januari 2021. Khofifah meminta kepada siapapun yang sempat melakukan kontak erat sejak tanggal 27 Desember 2020 untuk melakukan pemeriksaan swab.

Hal tersebut dikemukakan Gubernur Khofifah dalam video pribadinya yang diunggah di sejumlah media sosial. “Kagem sedanten derek se-Jawa Timur, secara reguler di Pemprov Jatim kami memang selalu melaksanakan swab PCR. Tangggal 31 Desember malam saya termasuk yang ikut kembali melakukan swab secara kolektif dan tanggal 1 (Januari 2020) hasilnya ternyata saya dinyatakan positif Covid-19,” tutur Khofifah ketika itu. Pada 26 Desember 2020, Khofifah masih melakukan swab dan hasilnya negatif.

Setelah Gubernur Khofifah dipastikan positif Covid-19 dan sehat tidak bergejala, seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim menjalani tes swab di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim pada Minggu (3/1/2020) pagi. Ini dalam kaitan untuk dilakukan tracing. Hasilnya?

Berdasarkan keterangan sumber beritajatim.com di lingkungan Pemprov Jatim, ada delapan Kepala OPD Pemprov Jatim yang hasil tes swabnya positif.

Mereka adalah Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim Agung Subagyo, Kepala Bakorwil Jember Tjahjo Widodo, Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Aries Mukiyono, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jatim Hadi Sulistyo, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim drh Wemmi Niamawati, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim Nyono dan Asisten III Sekdaprov Jatim Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno.

Direktur RS Jiwa Menur Surabaya, dr Mochamad Hafidin Ilham sebagai penanggung jawab tes swab kepala OPD saat dikonfirmasi beritajatim.com membenarkan bahwa ada delapan Kepala OPD Pemprov Jatim yang hasil tes swabnya positif.

“Mereka semuanya tidak bergejala dan sehat. Angka Ct-nya juga tinggi, artinya penularan virusnya ke orang lain lemah. Semuanya melakukan isolasi mandiri. Ada yang isolasi mandiri di rumah, ada yang isolasi mandiri di Kantor BPSDM Jatim. Semoga semuanya segera sembuh, karena tidak bergejala atau OTG (orang tanpa gejala),” katanya.

Untuk diketahui, angka Ct pada tes PCR swab yang mendekati angka 40 (Cut Off) biasanya jumlah virus sudah minim atau sudah tidak infeksius. Ct (Cycle threshold) sendiri merupakan nilai dari tes PCR. Semakin tinggi angkanya, semakin kecil kemungkinan penularan virus. [tok/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar