Pendidikan & Kesehatan

Khawatir Tertular Covid-19, Petugas Medis di Bangkalan Tolak Pembelian Alat PCR

Kepala Dinas Kesehatan, Sudiyo.

Bangkalan (beritajatim.com) – Rencana pembelian alat tes swab/PCR oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan, terpaksa dibatalkan. Alasannya, para petugas medis khawatir terinfeksi Covid-19 seperti di beberapa tempat lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Sudiyo mengatakan, meski menolak alat PCR, pihaknya akan mengajukan alat tes swab monokuler.

“Petugas melihat kejadian di Surabaya yang petugasnya terkena Covid-19, maka kami mengajukan pengadaan alat swab monokuler ke Gubernur,” ucapnya, Kamis (4/6/2020).

Ia menjelaskan, tes swab metode monokuler ini akan menunjukkan hasil lebih cepat yakni hanya 30 menit. Sehingga, pasien dapat segera terdeteksi dan tidak menumpuk di RSUD karena harus menunggu hasil swab yang lama. “Agar lebih efektif, kita perlu miliki alat swab sendiri maka. Alat swab monokuler ini hasilnya keluar lebih cepat yaitu 30 menit saja,” terangnya.

Dikatakan, pihaknya mengajukan pengadaan sebanyak 1000 unit katride monokuler. Saat ini surat pengajuan telah ditandatangani Bupati dan akan diajukan ke Gubernur. “Kita ajukan 1000 katride, InsyaAllah minggu depan sudah dapat. Alat ini seperti yang digunakan di Kabupaten Pamekasan,” tandasnya.[sar/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar