Pendidikan & Kesehatan

Khawatir Tercipta Klaster Sekolah, Siswa Tetap Belajar Via Daring

Foto ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Satgas Covid-19 Pemkab Gresik belum menyetujui atau merekomendasi sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Hingga saat ini, proses belajar mengajar tetap menggunakan media daring.

Kendati belum ada rekomendasi, jajaran kepolisian dan Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat malah gencar mengkampanyekan sekolah tangguh Covid-19.

Komandan Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid 19 Gresik, Sambari Halim Radianto menuturkan, sampai saat ini pihaknya belum memberikan rekomendasi pembukaan sekolah dan aktivitas pembelajaran tatap muka.

“Saya banyak mendapat laporan terkait dengan simulasi sekolah tangguh. Padahal, kami belum memberikan rekomendasi tempat belajar mengajar dibuka di sekolah,” tuturnya, Jumat (18/09/2020).

Sambari menambahkan, terkait dengan ini, pihaknya masih akan mengkaji risiko pembelajaran tatap muka bagi siswa didik maupun guru. Sebab, dirinya memiliki kekhawatiran jika kebijakan pembukaan sekolah dikeluarkan akan menciptakan klaster baru.

“Kita tahu jika Covid-19 paling banyak menyerang usia produktif 20 hingga 45 tahun . Bahkan, prosentasenya lebih dari 50 persen. Hal ini dikarenakan rentang usia ini banyak melakukan aktivitas diluar. Nah, jangan sampai jika sekolah dibuka yang terserang malah siswanya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, akan membicarakan persoalan ini kepada dewan guru maupun komite sekolah. Namun jika telah menemui kesepakatan bersama, keputusan untuk membuka sekolah bisa direalisasikan.

“Saya juga ingin sekolah cepat dibuka. Tapi, demi keselamatan bersama sebaiknya sementara ini ikuti aturan yang ada dulu,” imbuh Sambari.

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Covid-19 per 18 September 2020. Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif mencapai 3.030 orang. Sedangkan yang telah menjalani perawatan, dan dinyatakan sembuh ada 2.656 orang. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar