Pendidikan & Kesehatan

Ketua KPK Ajak Mahasiswa ITS Bersih dari Korupsi

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia periode 2015-2019, Ir Agus Rahardjo, didapuk sebagai pemateri kuliah tamu bagi para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sabtu (23/2/2019), di Gedung Pusat Robotika ITS. Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan ini mengangkat tema Peran mahasiswa dalam Pencegahan Korupsi.

Agus mengungkapkan, saat ini telah terjadi regenerasi terhadap pelaku korupsi, pelaku sudah menyentuh kalangan anak muda. Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa, karena dampak akibat korupsi sangatlah besar.

“Bukan hanya terhadap besar uang yang dikorupsi, namun lebih dari itu seperti berdampak pada infrastruktur juga,” ujarnya.

Agus yang juga merupakan alumni Teknik Sipil ITS ini menyatakan, ada kebiasaan di kalangan mahasiswa yang bisa menimbulkan potensi korupsi. Seperti, mencontek, plagiat, titip absen, penyalahgunaan dana beasiswa, terlambat atau korupsi waktu, gratifikasi ke dosen, dan perilaku menyimpang lainnya.

“Maka dibutuhkanlah peran perguruan tinggi dalam hal pemberantasan korupsi,” tegas pria kelahiran Magetan.

Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi menjadi pusat gerakan akademik untuk pemberantasan korupsi dan mendorong gerakan pemberantasan korupsi baik secara lokal maupun nasional. Sehingga perlu dilakukan pendekatan pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi. Seperti membangun kesadaran antikorupsi dan meningkatkan pemahaman antikorupsi.

“Bisa dilakukan melalui kuliah umum, pendidikan antikorupsi dalam mata kuliah wajib, dan buku KPK,” jelasnya dengan semangat.

Ketua panitia, Dr Tony Hanoraga SH MH mengatakan, mahasiswa termasuk sosok intelektual yang sebentar lagi terjun ke masyarakat. Mahasiswa bisa menjadi pejabat, pengusaha, dan sebagainya. “Maka mahasiswa perlu dibekali tentang karakter yang sifatnya anti terhadap korupsi,” ujar Tony.

Sebagai anggota masyarakat, mahasiswa punya kewajiban aktif dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Harapan dari kuliah tamu ini yaitu sebagai renungan bahwasanya untuk memajukan Indonesia korupsi harus diminimalkan. “Selain itu, kita punya semangat untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi,” pungkasnya. (kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar