Pendidikan & Kesehatan

Ketua GP Ansor Jember Cegah Warga Bongkar Makam Pasien Covid

Pengurus GP Ansor dan Banser sedang mengawasi aksi unjuk rasa warga di Rumag Sakit Bina Sehat

Jember (beritajatim.com) – Warga Jalan Gajah Mada Gang 19, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sudah berencana membongkar makam Rosidi, pasien yang dimakamkan dengan protokol Covid-19, Jumat (7/8/2020). Mereka ingin membuktikan kebenaran fakta bahwa Rosidi mengidap Covid-19.

Namun rencana tersebut berhasil digagalkan oleh Ketua Satuan Tugas Covid Nahdlatul Ulama dan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember, Ayub Junaidi. Warga akhirnya memilih berunjuk rasa di halaman Rumah Sakit Bina Sehat, tempat Rosidi dirawat dan meninggal dunia.

Dengan mengenakan kaos oblong putih, sarung hijau, dan bermasker, Ayub terlihat mengawasi aksi warga bersama sejumlah anggota Banser. Menurutnya, almarhum Rosidi adalah paman salah satu anggota Banser. “Begitu dengar bahwa warga dan keluarga akan membongkar paksa makam setelah salat Jumat, saya kaget. Ini kalau ada kejadian seperti itu, kan berbahaya. Bukan hanya membahayakan keluarga, tapi juga masyarakat,” katanta.

Ayub langsung berkoordinasi dengan kepolisian resor. “Saya langsung mengecek ke lokasi. Keluarga almarhum saya temui dan saya minta agar tak membongkar makam. Biar pun seumpama ini ternyata bukan pasien Covid, membongkar makam tetap tidak boleh, karena ada aturan hukumnya,” katanya.

Ayub juga diminta mendampingi keluarga untuk bermusyawarah dengan Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini dan manajemen Rumah Sakit Bina Sehat. “Ya sudah kami dampingi. Yang penting kegiatan tadi berjalan aman,” katanya.

Rosidi adalah pasien penyakit jantung dan sudah sering keluar-masuk Bina Sehat sejak 2015. Dia meninggal pada Minggu, 2 Agustus 2020. “Bapak saya dari ICU dipindah ke ruang isolasi. Dengan hanya berdasarkan foto ronsen, bapak saya terindikasi suspect Covid-19,” kata Ahmad Said Hidayat, anak Rosidi.

Said heran ayahnya dikatakan terindikasi Covid-19 berdasarkan ronsen. “Saya rasa kalau orang perokok difoto ronsen, semuanya Covid. Dan ketika saya minta swab ke Bina Sehat, pagi itu hasil swab belum dikeluarkan karena antre,” katanya. Ia risau karena Bina Sehat tak bisa memastikan kapan hasil swab dirilis.

Sementara itu, di tengah masyarakat, keluarga Rosidi jadi bahan pergunjingan. “Bapak saya dinyatakan positif, tapi surat belum saya terima. Kalau itu menimpa keluarga Anda, apa akan diam sebagai anak, atau akan menuntut keadilan,” kata Said.

Said mendatangi RS Bina Sehat kemarin dan mengancam akan membongkar makam sang ayah jika surat hasil swab tak juga terbit. “Hasil swab baru hari ini saya terima, dengan tak ada nomor register,” katanya. Rosidi dinyatakan positif mengidap Covid-19, beberapa hari setelah dimakamkan dengan protokol kesehatan.

Pertemuan dengan manajemen Bina Sehat dan Dinas Kesehatan Jember berjalan tertutup di salah satu ruang rumah sakit tersebut. Usai pertemuan, Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini menolak berkomentar. Dia meminta kepada wartawan agar mewawancarai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triono. Namun Gatot menyatakan belum mendapat laporan resmi. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar