Pendidikan & Kesehatan

Ketidak Merataan Dokter di Indonesia Juga Dikarenakan Izin Yang Susah

dr Rasyid Mohammad Tauhid-al-Amien

Surabaya (beritajatim.com) – Banyaknya dokter di Indonesia ternyata masih belum bisa mencukupi kebutuhan dokter dari Sabang sampai Merauke. Hal tersebut disampaikan oleh dr Rasyid Mohammad Tauhid-al-Amien, yang melihat bahwa masih banyak daerah yang kekurangan dokter.

Ia mengatakan bahwa kekurangan dokter tidak hanya di daerah saja tetapi juga di kota. “Di kota yang mungkin terlihat banyak dokter, tetapi sebenarnya banyak rumah sakit dan fasilitas kesehatan pertama yang tidak selalu dapat dokter yang dibutuhkan,” ungkap dr Tauhid, kepada beritajatim.com Jumat (25/10/2019).

Menurut data Kementerian Kesehatan, pada 2010 terdapat 25.333 dokter umum, 8.403 dokter spesialis, dan 8.731 dokter gigi. Sedangkan pada 2015, jumlah tersebut meningkat menjadi 41.026 dokter umum, 47.894 dokter spesialis, dan 11.686 dokter gigi. Dalam rentang waktu tersebut, jumlah dokter spesialis mengalami peningkatan yang terbesar. Bahkan sejak 2014, dokter spesialis mendominasi jumlah dokter di tanah air, yang artinya jumlah lulusan dokter di Indonesia cukup atau memenuhi kebutuhan.

Meskipun ketersediaan dokter meningkat dan rasio dokter di Indonesia terpenuhi, tapi tenaga dokter di Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan kota-kota besar. Dari seluruh ketersediaan dokter Pada 2015 (100.561 dokterl), sebanyak 53,98% atau sekitar 54.281 dokter berasal dari pulau Jawa. Sementara ketersediaan dokter terendah adalah di Maluku dan Papua, yakni hanya 2.439 dokter.

dr Tahuid mengatakan bahwa kondisi di daerah jelas lebih parah, masih banyak daerah terpencil yang tidak memiliki dokter bahkan fasilitas kesehatan. Menurutnya selama ini banyak dokter yang kesulitan mengabdi ke masyarakat dikarenakan perizinan yang ketat.

“Kalau di daerah bisa dilihat dengan jelas bahwa Indonesia masih sangat membutuhkan dokter, dengan lulusan segitu banyaknya tetapi yang praktek sangat kurang. Karena terkendala susahnya legalitas izin praktik, padahal saya lihat banyak dokter yang ingin mengabdi,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa perizinan praktek dokter dikatakan begitu sulit sehingga ia berharap bahwa kebijakan dapat sedikit dipermudah. Karena menurutnya kurangnya ketersediaan dokter salah satunya dikarenakan izin praktik yang susah sehingga membuat penyaluran tidak maksimal.

“Lulusan fakultas kedokteran di Indonesia itu insyaallah baik dan berkompetensi sehingga harapannya FK bisa lebih dipercaya bahwa sudah mendidik sebaik-baiknya sehingga yang sudah lulus tidak dipersulit untuk membaktikan ilmunya. Adapun untuk yang mau menjadi staf pengajar silakan diketati untuk menghasilkan dokter yang lebih baik,” pungkasnya. [adg/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar