Pendidikan & Kesehatan

Ketahanan Pangan Tidak Hanya Masalah Kuantitas

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya hari ini menggelar seminar yang bertajuk ‘Diskusi Pakar Ketahanan Pangan Untuk Menopang Stabilitas Keamanan, Kesehatan dan Ekonomi Negeri’ di Aula Amerta, Kampus C UNAIR, Selasa (23/4/2019).

Disampaikan oleh para pakar dalam bidangnya yakni Dyah Wulansari SE MEc Dev PhD Pakar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Suwarno MSi DrH Pakar dari Fakultas Kedokteran Hewan, Prof. Bambang W. dr. MS MCN PhD SpGK Pakar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Dalam Diskusi Pakar tersebut Prof. Suwarno mengatakan bahwa ketahanan pangan tidak hanya sekedar pentingnya ketersediaan pangan tetapi juga fasilitas yang menunjang. Menurutnya kuantitas memang penting agar kesejahteraan terjamin tetapi kualitas dari pangan juga harus menjadi hal yang perlu diperhatikan dengan seksama, selain berhubungan langsung dengan kesehatan masyarakat juga bisa mempengaruhi keamanan negara.

Kualitas pangan terutama pangan hewani menjadi perhatian karena konsumsi pangan masyarakat Indonesia sebagian besar diambil dari ranah hewani, seperti unggas, kambing, dan sapi. Sedangkan banyak pangan hewani yang diperoleh dari impor yang tentunya harus lulus uji kualitas terlebih dahulu.

Pengimporan hewan menurutnya masih diperlukan ketelitian yang tinggi bagi pemerintah maupun swasta. Namun, hal tersebut sudah mampu diatasi oleh para ahli di Indonesia dalam mengklasifikasi hewan yang akan diimpor.

“Sebab, ada beberapa negara yang perlu kita waspadai kareternak mereka terindikasi terkena virus jadi harus ada penggeseran pola peternakan perorangan ke arah kelompok/industri, pengembangan pola integrasi ternak tanaman (sapi-sawit), pengembangan lahan pengembalaan, fasilitas asuransi usaha ternak sapi (AUTS),” ujarnya.

Selain dari itu ternyata Prof. Bambang juga menegaskan pentingnya kontrol kualitas pangan karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Beberapa makanan olahan sangat mampu melemahkan kualitas kesehatan seperti makanan yang banyak mengandung pewarna yang banyak beredar di pasaran juga begitu berbahaya bagi kesehatan, hal ini akan memberikan dampak atau efek jangka panjang yang cukup berbahaya.

“Banyak yang masih tidak menyadari pentingnya kualitas pangan, bahkan konsen saat ini masih berada pada takaran kuantitas. Padahal kualitas tidak kalah penting, banyak yang sakit karena pola makan nya yang tidak sehat, itulah kenapa Indonesia masih tertinggi mengidap penyakit tidak menular,” ujar Prof. Bambang. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar