Pendidikan & Kesehatan

Kesembuhan Pasien Covid-19 Jatim Tembus 20 Ribu Orang atau 74,2 Persen

Surabaya (beritajatim.com) – Berbagai langkah konkret terus dilakukan Pemprov Jatim untuk menyeiringkan penanganan pandemi Covid-19 sekaligus menjaga stabilitas ekonomi. Langkah tersebut menunjukkan progress yang cukup menggembirakan.

Per Jumat (14/8/2020), pasien yang terkonfirmasi negatif atau sembuh kembali bertambah sebanyak 468 orang. Sehingga, total pasien sembuh telah tembus sebanyak 20.016 orang atau setara 74,2 persen.

Persentase kesembuhan tersebut juga membuat Jatim mampu bertahan melebihi persentase kesembuhan nasional, bahkan internasional. Di mana, berdasarkan data pasien sembuh di tingkat nasional mencapai 89.618 orang atau 66,3 persen dan kesembuhan di tingkat internasional yakni 66,1 persen.

Apabila diurut ke belakang, dalam 37 hari terakhir Jatim telah mampu mencatatkan angka kesembuhan tertinggi diantara seluruh provinsi di Indonesia selama 30 kali. Apalagi, jumlah pasien yang dirawat persentasenya juga lebih rendah dibanding tingkat nasional. Persentase pasien yang masih dirawat saat ini kurang dari seperlima kasus di Jawa Timur yakni 18,51 persen, sedangkan angka nasional masih 29,2 persen.

“Alhamdulilah, kabar baik terus datang bagi masyarakat Jatim. Jumlah kesembuhan semakin bertambah. Bahkan, jumlah persentase kesembuhannya mampu melebihi nasional dan internasional. Dengan kerja keras dan dedikasi semua pihak, kita optimistis Jatim Insya Allah akan bisa segera bangkit dan merdeka dari pandemi Covid-19,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (15/8/2020).

“Dengan pencapaian yang baik ini, saya terus berharap Jatim bisa mempertahankan jumlah naiknya tren kesembuhan diikuti dengan turunnya kasus aktif yang masih dirawat dan kematian. Terima kasih sekali lagi pada tenaga kesehatan, TNI/Polri, serta para relawan dan masyarakat yang terus ikut kerja keras melawan Covid-19 di Jatim,” tuturnya.

Selain kesembuhan yang tembus 20 ribu orang, Mantan Mensos RI tersebut juga menjelaskan bahwa Jawa Timur sebagai penyumbang ekonomi terbesar nomor dua di Pulau Jawa juga menunjukkan kontraksinya dalam kuartal II ini terendah di Pulau Jawa, yakni 5,9 persen.

Di sisi lain, realisasi investasi Jawa Timur di semester I ini tumbuh 59,2 persen YoY angka ini jauh lebih tinggi dari angka nasional yang sebesar 1,8 persen. Selain itu, Jawa Timur juga berhasil menekan angka PHK dimana Survey dari SMRC menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki angka PHK yang terendah di pulau Jawa, yakni hanya 4 persen.

Kesemua pencapaian ini menunjukkan bahwa Jawa Timur sudah bergerak sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo, dimana gas dan rem antara kesehatan dan ekonomi harus diperhatikan betul-betul. Pencapaian antara kesehatan dan ekonomi terus diseimbangkan, sehingga masyarakat Jawa Timur tidak terpapar Covid-19 dan tidak terkapar karena PHK. Seluruh elemen akan terus bahu-membahu untuk melakukan lompatan mengatasi krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

Sementara itu, Jatim terus berupaya semaksimal mungkin dalam menekan angka kematian dengan berbagai macam upaya, mulai dari relaksasi rumah sakit, audit terkait kematian, pembagian alat canggih High Flow Nasal Canul dan pengembangan terapi plasma konvalesens.

Oleh karena itu, Khofifah menganjurkan kepada warga Jawa Timur yang merasa ada gejala klinis atau dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19, agar bisa segera berobat dan diisolasi untuk menghindari perburukan gejala.

Penanganan dini akan sangat efektif, karena terbukti bahwa di RS Darurat Lapangan Indrapura, pasien positif segera dirawat ketika diketahui swabnya positif, sehingga angka kematiannya nol persen. RS Darurat Lapangan Indrapura bisa didatangi langsung oleh paisen dengan swab positif, tanpa perlu mengkhawatirkan biaya.

Untuk meningkatkan pencapaian baik di bidang kesehatan maupun ekonomi, Khofifah kembali meminta kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas kesehariannya. Menurutnya, jangan sampai kesembuhan ini justru membuat masyarakat terlena dan abai karena bahaya masih mengancam. Dalam beberapa hari ini juga masih ditemukan klaster baru yang membuat jumlah kasus tiba-tiba meningkat cukup signifikan.

“Kepada masyarakat jangan bahagia berlebihan, sehingga lupa kalau Jatim masih dalam situasi darurat. Semua berpotensi tertular dan menularkan. Tetap waspada dan disiplin mengikuti protokol kesehatan yang berlaku,” pungkasnya. [tok/*]





Apa Reaksi Anda?

Komentar