Pendidikan & Kesehatan

Kesadaran Pakai Masker Warga Jombang Meningkat

Petugas Satpol PP Jombang mendata sejumlah pelanggar protokol kesehatan di pos polisi Ringin Contong

Jombang (beritajatim.com) – Tim gabungan dari TNI, Satpol PP, dan Polres Jombang melakukan operasi yustisi secara rutin dengan titik berbeda. Walhasil, upaya tersebut berbuah manis. Tingkat kesadaran masyarakat Jombang dalam memakai masker meningkat.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Sumber Daya Alam (Kabid Tibum dan SDA) Satpol PP Jombang Haris Aminuddin, Jumat (6/11/2020). “Kalau dilihat dari grafiknya, kesadaran masyarakat dalam memakai masker meningkat. Ini cukup bagus,” kata Haris.

Haris mengatakan, awal operasi yustisi dilakukan pada awal Juli 2020, pelanggar protokol kesehatan yang terjaring sebanyak 241 orang. Razia tersebut dilakukan selama dua jam di perempatan alun-alun Jombang. Razia selanjutnya digelar di tempat yang sama dengan durasi waktu yang sama pula. Walhasil, pelanggar yang terjaring 125 orang.

Penurunan jumlah pelanggar tersebut terus terjadi hingga sekarang. “Bahkan untuk dua bulan terakhir ini jumlah pelanggar dalam sekali operasi antara 20 sampai 30 orang. Artinya, tingkat kesadaran masyarakat dalam memakai masker meningkat,” tambah Haris.

Meski kesadaran meningkat, lanjut Haris, operasi yustisi akan terus dilakukan hingga status darurat Covid-19 di Jombang dicabut. Menurut Haris, berdasarkan Perbu Jombang, status darurat Covid-19 itu hingga 29 November 2020. “Akan tetapi jika kondisinya belum memungkinkan, status itu bisa diperpanjang lagi,” ungkapnya.

Sementara itu berdasarkan data di laman Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, pasien Covid1-19 mulai melandai. Dalam sehari, penambahan di bawah 10 pasien. Hal itu berbeda pada beberapa bulan sebelumnya. Penambahan pasien Covid-19 di Jombang melejit.

Hingga Kamis (5/11/2020), jumlah kumulatif positif Covid-19 sebanyak 1.216 orang. Terdapat penambahan delapan orang di banding hari sebelumnya. Dari jumlah 1.216 itu, sebanyak 1019 dinyatakan sembuh, kemudian 87 orang menjalani perawatan di sejumah rumah sakit, serta 100 orang meninggal. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar