Pendidikan & Kesehatan

Dr Satria Arief Jadi Konsultan LSHTM

Kerjasama dengan Immunitor, ITD Unair Kembangkan Vaksin Oral Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Dr Satria Arief Prabowo MD PhD merupakan doktor termuda Indonesia yang menjadi tim peneliti Vaksin Terapeutik Oral Covid-19 di London School of Hygine and Tropical Medicine (LSHTM) di London Inggris. Kampus ini merupakan Universitas peringkat 1 di dunia untuk bidang Kedokteran Tropis.

Melalui Dr Satria sebagai Konsultan Penelitian, LSHTM menjalin kerjasama dengan Institut Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dalam pengembangan Vaksin Terapeutik Oral di Surabaya. Kepada beritajatim.com, Senin (15/6/2020), Dr Satria memaparkan bahwa Vaksin Terapeutik Oral yang dikembangkan oleh Tim Research LSHTM dan Immunitor Inc. dan Archivel Farma, S.L. yang merupakan lembaga pengembangan vaksin non-profit di Eropa telah sampai tahap uji klinis di Kanada dan Rusia serta akan segera dilakukan di Surabaya.

“Saat ini untuk pengembangan vaksin oral Covid-19 di Indonesia dan Surabaya atau Jatim khususnya, kami berkerja sama dengan Institute of Tropical Disease (ITD). Unair berkolaborasi dengan Immunitor Ltd. yang merupakan lembaga pengembangan vaksin non-profit di Eropa. Adapun saya bertindak sebagai Consultant dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, Inggris,” ujar Dr Satria yang meraih gelar doktor di usia 25 tahun.

Dr Satria mengatakan, pengembangan vaksin ini ke depannya di Indonesia, LSHTM dan Immunitor berkomitmen agar produksinya dapat dilakukan di dalam negeri setelah nanti selesai melalui uji klinis. “Kami berencana menjalin komunikasi dan kerjasama dengan Biofarma selaku BUMN produsen vaksin dalam negeri,” tutur Dr Satria.

Uji klinis Vaksin Terapeutik Oral di Surabaya akan difokuskan kepada kelompok spesifik seperti tenaga medis. Pada tahap awal vaksin ini akan diberikan kepada tenaga medis yang sering terpapar dan berisiko tinggi sehingga nanti akan bisa melihat perbedaannya, bagaimana vaksin ini dapat melindungi kelompok yang diberikan dari pada kelompok yang tidak.

Vaksin Oral Covid-19 yang diberi nama V-SARS-Covid-19 ini udah diuji pre klinis (in vitro) di laboratorium pada awal April dan sudah dilakukan uji pada hewan dengan hasil yang baik. Serta sedang dilakukan uji klinis ke manusia di Kanada dan Rusia. Satria pun mengatakan bahwa uji klinis di tenaga medis Surabaya akan dilakukan pada awal Juli atau akhir Juli.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar akhir tahun ini sudah ada vaksin sudah teruji klinis dan terlisensi serta bisa diterapkan kepada pasien dan masyrakat untuk mencegah Covid-19. Kenapa harus cepat? Karena kami mengantisipasi adanya gelombang kedua,” ungkapnya.

“Kita melihat memang di beberapa negara curvanya sudah relatif menurun karena ada PSBB dan lockdown di beberapa negara. Tapi dengan dibukanya kembali, tidak menutup kemungkinan terjadi gelombang kedua yang bisa saja melonjak naik jika vaksin atau obat tidak segera ditemukan,” papar Dr Satria yang merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) angkatan 2008 ini.

Saat ini pun proses pengembangan vaksin bersama ITD Unair sedang dalam tahap Etical Clearance yang membutuhkan waktu selama kurang lebih 2 minggu. Uji klinis akan dilakukan saat Etical Clearance selesai dilalui. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar