Pendidikan & Kesehatan

Kepergok Tak Pakai Masker, 34 Warga Disanksi Menyapu Pasar Hewan

Gresik (beritajatim.com) – Pemberlakuan Perbup nomor 22 tahun 2020 tentang Pedoman masa Transisi Menuju Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19, di wilayah Kabupaten Gresik, tak main-main.

Terkait dengan aturan penegakan protokol kesehatan (PPK) itu, di wilayah perbatasan digelar razia bagi warga yang tak mengenakan masker dikenai sanksi menyapu di pasar hewan Balongpanggang.

Camat Balongpanggang Jusuf Anshori bersama Danramil Balongpanggang Kapten Inf M. Zainudin menyatakan
razia yang digelar pinggir Jalan Raya Balangpanggang itu mampu menjaring satu persatu warga yang tidak mengenakan masker.

Mereka diberikan rompi berwarna oranye. Rompi itu digunakan untuk para pelanggar Perbup nomor 22 tahun 2020.
Dengan dikomando, mereka langsung diberikan sapu lidi dan membersihkan fasilitas umum.

“34 orang terjaring tidak menggunakan masker dan dikenakan sanksi sosial bersih-bersih pasar sapi Balongpanggang,” ucap Camat Balongpanggang, Jusuf Anshori, Selasa (30/06/2020).

Dipilihnya pasar sapi sendiri sebagai lokasi bagi para pelanggar Perbup untuk bersih-bersih supaya memberi efek jera.

Kendati ada razia ternyata masih banyak warga yang belum sadar menggunakan alat pelindung diri (APD) terutama masker.

Masker merupakan salah satu protokol kesehatan yang wajib digunakan selama pandemi covid-19. Tujuannya, untuk mencegah penyebaran covid-19. Terlebih lagi, Gresik masih menempati urutan ketiga tertinggi pasien yang terpapar positif Covid-19.

Sementara itu, Danramil Balongpanggang Kapten Inf M.Zainuddin menuturkan, selain membagikan masker. Pihaknya juga membagikan handsanitizer dan sarung tangan kepada masyarakat.

“Kita juga membagikan masker, handsanitizer dan sarung tangan kepada masyarakat,” tuturnya.

Harapannya, dengan dibagikannya masker, handsanitizer dan sarung tangan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pemberlakuan penegakan protokol kesehatan. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar