Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Kepala MAN 3 Magetan Mendadak Dimutasi Jadi Guru Biasa di MTs, Kok Bisa?

MAN 3 Magetan di Kecamatan Panekan, Magetan

Magetan (beritajatim.com) – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Joso Panekan Magetan dimutasi menjadi guru biasa. Kabar itu mengejutkan semua pihak. Pasalnya tidak ada angin tidak ada hujan Nurhadi, kepala MAN berprestasi itu dipindah tugaskan menjadi guru biasa di sebuah MTs.

Para guru, staf murid dan komite sekolah menduga ada unsur politis. Lantaran, ada proyek senilai Rp3,8 milyar yang saat ini sedang dikerjakan.

Padahal secara karier Nurhadi memiliki prestasi yang moncer selama menjadi kepala MAN. Sebelum menjadi Kepala MAN 3 Magetan, dia menjabat sebagai Kepala MTsN di Karangmojo sejak 2013 hingga tahun 2016 kemudian jadi Kepala MAN 3 dari tahun 2018 hingga dipindah tugaskan pada 1 Oktober 2022.


Kepala Kantor Kementerian Agama Magetan Muttakin mengatakan jika mutasi Nurhadi, Kepala MAN 3 Magetan merupakan hal yang biasa dalam kedinasan. Tidak ada unsur lain dan murni hanya untuk kepentingan kedinasan saja.

“Tidak ada unsur politis, tidak ada juga kaitanya dengan proyek senilai Rp3,8 miliar yang dibangun saat ini. Murni kedinasan saja. Pam Nurhadi adalah PNS sehingga harus mau dan bersedia ditempatkan dimana saja sesuai dengan aturan dan keputusan dinas,,” kata Muttakin, Senin (26/09/2022).

Terkait keputusan ini sebagian guru, komite dan siswa mengaku menyayangkan mutasi yang dilakukan tersebut. Kepala sekolah berprestasi tersebut semestinya tidak menjadi guru biasa. Hal tersebut dinilai tidak manusiawi dan menyakiti.

Sesuai SK, Nurhadi mantan Kasek MAN 3 selajutnya akan pindah mengajar matematika di MTSN Sidoreijo, posisinya selanjutnya akan digantikan oleh Basuki Prihatin dari sebelumnya Kasek MTSN 4 Magetan.

Prestasi Nurhadi selama menjadi Kepala MAN 3 Magetan yaitu mencatatkan sekolah dengan jumlah siswa terbanyak se- Kabupaten Magetan. Selain itu Nurhadi juga menjabat Ketua Kelompok Kerja Madrasah Aliah (KKMA) se- Kabupaten Magetan membawahi 21 kepala Madraah Aliah se- Magetan. Kemudian selama menjabat pada MAN 3 berhasil memperjuangkan sarpras baru yaitu ruang kelas baru dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp3,8 miliar yang saat ini progres pengerjaannya sudah 25 persen.

Nurhadi juga berhasil membawa MAN 3 Panekan berpredikat Madrasah plus ketrampilan. Seperti tatabusana, tataboga, otomotif ringan, desain grafis hingga membatik. Dari batik karya siswa berhasil dikukuhkan “Batik Turi” sebagai ikon dan produk unggulan di Madrasah. [kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar