Pendidikan & Kesehatan

Kepala BPJS Kesehatan Pamekasan: Jadi JKN itu Wajib

Pamekasan (beritajatim.com) – Kepala BPJS Kesehatan Pamekasan, dr Elke Winasari menyampaikan pentingnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat melalui prinsip gotong royong.

Hal itu disampaikan saat dalam kegiatan ‘Lengghi Ngenom Kopi Rembheg JKN’ bersama BPJS Kesehatan yang digelar di Pamekasan, Rabu (10/4/2019). Kegiatan tersebut juga digelar dengan konsep santai, guna menerima masukan dari berbagai peserta seputar program di instansi yang dipimpinnya.

“Program JKN ini prinsipnya gotong royong, artinya masyarakat mendaftar dulu tanpa harus menunggu sakit. Sekalipun realitasnya, sebagian besar justru masih baru mendaftar ketika sakit,” kata Kepala BPJS Kesehatan Pamekasan, dr Elke Winasari.

Diakuinya, selama ini terhitung sejak awal dilakukan proses pendaftaran bisa langsung aktif tanpa harus menunggu sakit. Namun saat ini sistem tersebut mulai berubah seiring dengan berbagai evaluasi yang mengacu pada regulasi dan perundang-undangan yang berlaku.

“Memang pada awal 2014, saat mendaftar bisa langsung aktif. Tapi saat ibu ada masa tenggang tujuh hari dan akhirnya peraturan baru terbit soal masa tenggang selama 14 hari. Kecuali BPU yang mendapat rekomendasi Dinsos (Dinas Sosial) bisa langsung aktif,” ungkapnya.

Perubahan aturan tersebut bukan tanpa dasar, terlebih dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2019 tentang JKN. “Jadi edaran ini merupakan hasil evaluasi program JKN, bahkan per 18 Desember 2018 lalu tidak diberlakukan lagi rekomendasi dari Dinsos,” jelasnya.

“Jadi secara sederhana bisa kami sampaikan bahwa jadi JKN itu wajib, sementara menggunaannya itu pilihan. Dari itu harus gotong royong demi mensukseskan program nasional,” pungkasnya. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar