Pendidikan & Kesehatan

Hasil Survei Pusham Ubaya

Kemerdekaan Pers di Jatim Sudah Lebih Baik

Surabaya (beritajatim.com) – Pusat Hak Asasi Manusia Universitas Surabaya (Pusham Ubaya) melakukan survei Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) di Jawa Timur. Pemaparan hasil survei IKP Jawa Timur diselenggarakan melalui forum diskusi bertajuk Indeks Kemerdekaan Pers dan Liputan Media Profesional untuk Pemilu Berkualitas dilaksanakan di Ruang Pertemuan, Gedung Perpustakaan Lt. 5 Kampus Ubaya Tenggilis, Jl. Raya Kalirungkut, Surabaya.

Sebelumnya, Dewan Pers mengadakan survei IKP 2018 secara serentak di 34 provinsi di Indonesia termasuk Jawa Timur dengan melibatkan jurnalis, pegiat pers, dan akademisi sebagai tim peneliti di daerah, salah satunya adalah Pusham Ubaya. Hasil survei IKP Jawa Timur 2018 oleh Pusham Ubaya mendapatkan nilai ekstrim, baik rendah maupun tinggi. Namun secara keseluruhan kebebasan dan kemerdekaan pers di Jawa Timur memiliki peningkatan lebih baik dibanding tahun sebelumnya dari kategori sedang (cukup bebas) menjadi baik (agak bebas).

“Upaya penyebarluasan informasi mengenai hasil survei IKP 2018 di tingkat Nasional maupun provinsi Jawa Timur dirasa penting menjelang Pemilu 2019. Tujuannya untuk  memberikan gambaran peran pers dan memberikan contoh bagaimana pemberitaan yang bersih dan independen dalam mendukung proses pemilu,“ ungkap Aloysia Vira Herawati, S.S., M.Hum.Rights Edu selaku peneliti Pusham Ubaya dan koordinator IKP Jawa Timur.

Pers dan pemerintah memiliki hubungan timbal balik yang menguntungkan. Pers yang merdeka, akurat, dan independen memiliki sumbangsih besar untuk menciptakan pemerintah yang bersih dan transparan. “Pers dan pemerintah saling membutuhkan. Pers perlu merdeka dalam mencari berita, tidak ada tekanan dan tidak ada intimidasi dari pihak tertentu termasuk pemerintah. Namun, perlu adanya batasan kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pers untuk mengakomodir kepentingan kelompok masyarakat terutama menjelang tahun politik yang rentan dengan penyebaran informasi yang tidak benar,” kata Vira.

Diskusi dibuka dengan sambutan Rektor Ubaya, Prof. Ir. Joniarto Parung, MMBAT, Ph.D. dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Yosep Adi Prasetyo selaku ketua Dewan Pers. Materi diskusi dibawakan oleh empat pembicara dengan topik yang berbeda.

Pembicara pertama, Antonio Pradjasto selaku Koordinator IKP dan Anggota Pokja (Program Kerja) Hukum Dewan Pers menjelaskan mengenai “Gambaran IKP Dalam Konteks Politik Dan Pemilu Nasional”. Berikutnya Aloysia Vira selaku Peneliti Pusham Ubaya dan Koordinator IKP Jawa Timur menyampaikan “Hasil IKP Provinsi Jawa Timur 2018”.

Pembicara lainnya adalah Himawan Sutanto, S.Sos., M.Si. selaku Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang yang akan berbicara mengenai “Kemerdekaan Pers Provinsi Jawa Timur: Tanggapan terhadap Hasil Survei IKP 2018”. Hadir pula Eben Haezer selaku Sekretaris AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Surabaya yang memaparkan “Tantangan dan Kesempatan Media Profesional untuk Meliput Pemilu yang Berkualitas”. Diskusi ini akan dimoderatori oleh Inge Christanti dari Pusham Ubaya sekaligus Peneliti IKP Jawa Timur 2017.

Diskusi diikuti oleh banyak pihak, antara lain akademisi, pegiat / aktivis pers (termasuk organisasi profesi dan serikat pekerja, pegiat LSM, pemerhati pers / media, pebisnis media, lembaga penyelenggara dan pengawas pemilu, kepolisian, kejaksaan, sekolah, komunitas jurnalisme warga, dan perwakilan mahasiswa Ubaya yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan.

Poin-poin hasil diskusi nantinya menjadi kesepakatan bersama berbagai pihak untuk mendukung pers yang bersih dan independen di Jawa Timur dalam proses pemilu 2019. “Saya berharap acara ini menjadi tantangan dan mengingatkan teman-teman pers untuk memegang kembali komitmen awal agar berlaku objektif dalam menghasilkan berita yang berimbang bagi masyarakat. Hal ini juga salah satu langkah awal untuk memperkenalkan dan memberikan wawasan terkait pers dan media bagi mahasiswa Ubaya yang ikut dalam acara ini,” ujar Vira. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar