Pendidikan & Kesehatan

Kembali ke Ponpes, Santri Tebuireng Jalani Karantina 14 Hari

Posko cek point yang ada di gerbang pondok pesantren Tebuireng Jombang,

Jombang (beritajatim.com) – Meski belum ada kepastin kapan mulainya kegiatan belajar mengajar di pesantren Tebuireng Jombang, namun pihak pengasuh sudah menyiapkan sejumlah aturan ketika santri kembali ke ponpes (pondok pesantren). Salah satunya, santri yang kembali ke pondok harus menjalani karantina selama 14 hari.

Kembalinya santri juga dibuat secara bergelombang. Yakni, tahap pertama, yang diutamakan adalah santri kelas tiga. Santri kategori ini di Tebuireng jumlahnya 44 persen atau sekitar 1.170. “Mereka adalah santri kelas akhir, baik jenjang SMP maupun SMA,” ujar pengasih pesantren Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Selasa (16/6/2020).

“Namun demikian, kita belum berani menargetkan tanggal berapa mereka kembali ke pesantren. Karena kita terus melakukan rapat evaluasi. Termasuk melakukan pemetaan wilayah daerah asal santri tersebut,” ujar Gus Kikin di sela menyambut kunjungan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Ruang karantina yang disipakan oleh Tebuireng berada di gedung Unhasy (Universitas Hasyim Asyari) dan Ma’had Aly. Nah, tepat sepuluh hari karantina, para santri tersebut akan di-rapid test. Baru kemudian, santri boleh melakukan aktifitas belajar.

Apakah ada pengaturan jumlah penghuni kamar? Gus Kikin menjelaskan, jumlah satri yang kembali ke pesantren untuk gelombang awal sebanyak 44 persen atau 1.170, sementara kapasitas penghuni di Tebuireng saat ini 2.200 santri. Kemudian masih ada lagi pesantren Tebuireng 2 yang ada di Desa Jombok, Kecamatan Ngoro. Sehingga pembatasan jarak sangat mungkin dilakukan.

Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. [Foto/Yusuf Wibisono]
Lebih jauh, cicit Hadratus Syaikh Hasyim Asyari ini mengatakan, di lingkungan pesantren Tebuireng juga disiapkan sejumlah fasilitas penunjang protokol kesehatan. Di antaranya, posko cek point di gerbang pondok, lumbung pangan, dapur santri, serta tempat cuci tangan di depan tiap asrama.

“Kemungkinan awal Juli, santri kembali masuk. Namun kita tetap menyesuaikan dengan kondisi. Rapat kordinasi kita lakukan tiap hari Sabtu untuk membahas ini,” pungkas Gus Kikin yang yang belum genap satu tahun menjabat Ketua Pengasuh Pesantren Tebuireng. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar