Pendidikan & Kesehatan

Kematian Tinggi, Tim Pemulasaraan BPBD Ponorogo Kewalahan

Tim pemulasaraan BPBD ponorogo saat menguburkan pasien Covid-19. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Angka kematian pasien Covid-19 di Ponorogo cukup tinggi. Hampir setiap hari, selalu ada kasus pasien yang meninggal. Hal tersebut ternyata menyulitkan tim pemulasaraan dari BPBD Ponorogo. Sebab tim tersebut mempunyai keterbatasan personel.

“Personel BPBD yang terlatih terkait pemulasaran sangat terbatas. Hanya memiliki 7 personel,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setuo Budiono, Selasa (19/1/2021).

Kondisi keterbatasan personel tersebut, diperparah dengan tidak adanya keikutsertaan satgas desa yang sudah dibentuk dalam proses pemulasaran. Seharusnya, satgas desa tersebut ikut bertanggungjawab terkait pemulasaran jenazah pasien Covid-19 ini. “Di lapangan, satgas desa tidak ada peran apapun dalam pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 ini,’’ ucapnya.

Selain menguburkan jenazah pasein, BPBD Ponorogo juga melakukan sosialisasi dan edukasi pada keluarga maupun warga sekitar kediaman jenazah pasien. Pasalnya, tidak jarang keluarga maupun warga menolak jenazah pasien dilakukan pemulasaraan sesuai protokol kesehatan yang ketat. Pergesekan antara warga dengan tim pemulasaran pun kerap terjadi. “Namun kendala-kendala tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Sebab, kami juga dibantu dari pihak TNI dan polisi,” katanya.

Data BPBD Ponorogo, pada periode bulan November hingga Desember tahun lalu, pihaknya sudah memulasarakan 61 jenazah. Pemulasaran itu tentunya dengan standar operating procedure (SOP) penanganan Covid-19. Budi menyebut, jika angka itu hanya yang ditangani oleh BPBD Ponorogo saja. Tentu angka kematian Covid-19 lebih banyak jika merujuk data yang dikantongi oleh Dinkes Ponorogo. “Angka kongkret kematian sekarang jumlahnya berapa, ya di Dinkes,” katanya.

Budi sangat prihatin soal angka kematian yang terus meningkat akhir-akhir ini. Sebab, dalam satu hari, jenazah pasien Covid-19 yang harus dilakukan pemulasaraan bisa lebih dari satu.

“Sekarang sehari bisa lebih dari satu jenazah. Bahkan kami pernah dalam 2 jam melakukan pemulasaraan 3 jenazah Covid-19,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar