Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Keluh Kesah Peternak Sapi Perah, Produksi Susu Berkurang Karena PMK

Puji Santoso saat memerah sapinya yang masih bisa memproduksi susu, Rabu (29/6/2022)

Magetan (beritajatim.com) – Penyakit mulut dan kuku ( PMK) tak hanya menjangkiti sapi potong, namun juga sapi perah di Magetan. Salah satunya sapi milik Puji Santoso warga Desa Getasanyar, Sidorejo, Magetan, Jawa Timur. Total ada lima ekor sapi perah miliknya, semuanya tengah terjangkit PMK. Bahkan, satu ekor anak sapi umur 30 hari juga kini bergejala.

Puji menyebut, sudah dua pekan ini sapinya sakit. Dia mengaku tak ada pihak Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan yang datang langsung ke kandangnya. Namun, karena dia termasuk salah satu peternak binaan, dia hanya bisa melakukan konsultasi secara daring.

“Saya hanya mengobati sendiri merawat luka sapi sendiri. Kalau dari dokter hewan dinas memang tidak datang langsung ke sini, saya hanya bisa beli obat yang mereka tawarkan, tapi obat itu saya minumkan sendiri ke sapi, dan saya semprotkan ke kandang,” kata Puji sembari menunjukkan sebungkus kecil serbuk yang diklaim bisa mengurangi gejala PMK itu, Rabu (29/6/2022).

Puji merinci, total ada lima ekor sapi miliknya, semua tengah terkena PMK. Sebelumnya, ada tiga ekor sapi yang bisa memproduksi susu. Namun, dua ekor kini tengah dalam keadaan bunting dan terjangkit PMK dengan gejala yang masih berat karena kuku belum sembuh. Sementara, satu ekor sapi bisa memproduksi susu, meski masih dalam penyembuhan dari PMK.

Hingga kini, Puji tak bisa kirim banyak susu. Maksimal hanya 10 liter saja dari sebelumnya total 45 liter susu per hari, itu pun masih dikurangi dengan konsumsi anak sapi. Dia hanya bisa mengharap ada penanganan yang pasti dari dinas terkait. Karena selama ini dia hanya menangani sendiri tanpa ada pantauan yang maksimal dari dokter hewan.

“Saya selama ini mengobati dengan obat yang saya beli sendiri dari dokter hewan. Pesannya kan daring juga. Jadi dokternya tidak ke sini langsung. Untuk mengobati kuku saya pakai spirtus atau formalin. Ktu juga untuk semprot kandang,” kata Puji.

Dia mengharap ada penanganan serius, karena selain dirinya ada sekitar 10 peternak lain yang mengalami hal yang sama sepertinya. Selain itu, mereka juga mengharapkan janji pemerintah pusat yang berwacana memberikan ganti rugi Rp10 juta jika ternak mati akibat PMK. [fiq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar