Pendidikan & Kesehatan

Keluarga Ini Nekad Bawa Pulang Jenazah PDP Tanpa Protokol Covid-19

Gresik (beritajatim.com) – Keluarga Rusmiani (51) tampaknya tidak mengindahkan protokol Covid-19. Hal ini terlihat saat mereka nekad membawa mertuanya yang meninggal berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di RS Wali Songo Balongpanggang, Gresik. Pantauan di lapangan, ada belasan keluarga dari Rusmiani yang datang ke RS Wali Songo.

Heri, menantu Rusmiani menceritakan bahwa almarhum sudah lama menderita sakit. Sudah beberapa hari harus opname di RS Wali Songo. Dia tidak menjelaskan secara rinci penyakit apa yang diderita ibu mertuanya itu. “Mertua saya sakit karena kekurangan HB,” ujarnya sambil tergesa-gesa, Selasa (9/06/2020).

Diketahui, mertuanya itu sudah tiga hari opname, kemudian pulang. Setelah itu kondisinya memburuk. Fisiknya lemah dan keluarga membawa almarhum ke Rumah Sakit pukul 00.00 Wib.

Tiga jam menjalani perawatan, Rusmiani menghembuskan nafas terakhir di RS Wali Songo. “Mertua saya tidak corona. Tidak ada, mertua saya bertemu orang yang ODP apalagi terpapar positif corona,” tutur Heri.

Almarhum Rusmiani merupakan warga Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang akan dimakamkan di desa setempat. Namun, tanpa standar Covid-19. “Kami membuat surat pernyataan bahwa almarhum bebas dari Covid-19,” papar Heri.

Sebelumnya, pihak rumah sakit sudah berkordinasi dengan muspika serta dinas kesehatan. Kepala Puskesmas Balongpanggang, dr Eko Hariyanto menyebut pihak rumah sakit tidak dapat berbuat banyak. “Keluarga datang dengan massa yang banyak. Kami sudah berusaha menghalangi supaya jenazah dapat dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19. Namun keluarga almarhum memaksa,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Saifudin Ghozali menyatakan almarhum datang ke rumah sakit dengan kondisi yang lemah. “Status almarhum PDP, harus dimakamkan dengan standar Covid-19,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Camat Balongpanggang, Yusuf Anshori, bahwa pihaknya akan menggelar rapid tes di Desa Pacuh setelah kejadian ini. “Dari Dinkes, melalui kepala puskesmas juga akan melakukan tracing warga yang melakukan kontak. Secepatnya akan kami lakukan rapid test,” pungkasnya. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar