Pendidikan & Kesehatan

Keluarga dari Pasien Covid-19 Varian India di Bojonegoro Meninggal

Dinkes Provinsi Jatim dibantu Dinkes Kabupaten Bojonegoro saat melakukan tracing di rumah pasien Covid-19 varian Delta India, beberapa waktu lalu.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Satu pasien yang terpapar Covid-19 asal Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro meninggal dunia. Pasien meninggal, seorang perempuan masih satu keluarga dari temuan baru varian strain India B1617.2 atau Delta yang diketahui saat tes swab massal di Jembatan Suramadu, pada 6 Juni 2021.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro Masirin mengatakan, satu pasien di Kecamatan Bojonegoro yang meninggal memang masih satu keluarga dengan pasien yang terpapar Covid-19 varian India B1617.2 atau Delta.

“Hasil pemeriksaan surveilans genom virus SARS CoV-2 yang dilakukan di ITD Unair pasien yang meninggal tersebut bukan terpapar Covid-19 varian baru,” ujarnya, Rabu (23/6/2021).

Sementara diketahui pasien dilaporkan meninggal dunia hari ini, sekitar pukul 09.30 WIB. Pemakaman dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan. Sementara, beberapa warga yang berada di sekitar rumah pasien Covid-19 yang meninggal tersebut juga menjalani tracing dengan dilakukan tes swab. “Kalau keluarga yang diketahui positif Covid-19 setelah menjalani tes swab di Jembatan Suramadu itu kondisinya sudah sehat, tapi masih dirawat,” jelasnya.

Sekadar diketahui, setelah diketahui ada pasien Covid-19 dengan varian baru tersebut, Dinkes Provinsi dibantu Dinkes Kabupaten Bojonegoro melakukan tracing terhadap rombongan yang selesai melakukan ziarah wali di Bangkalan. Ada sebanyak 13 orang yang termasuk rombongan dan warga yang berada di rumah pasien.

Melonjaknya kasus terkonfirmasi Covid-19 membuat status di Kabupaten Bojonegoro masuk kembali zona oranye. Sesuai dengan update sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro Per-Tanggal 22 Juni 2021 Jam 18.00 WIB, untuk kasus konfirmasi positif sebanyak 68 orang. Dengan jumlah kasus tertinggi di Kecamatan Kepohbaru sebanyak 14 kasus.

Sementara jumlah konfirmasi positif kumulatif sejak 1 Januari 2021 sebanyak 1.773 orang, meliputi aktif (dirawat) 68 orang, sembuh 1.653 orang dan meninggal dunia 52 orang. Untuk kasus suspect sebanyak 131 orang. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar