Pendidikan & Kesehatan

Keluarga Almarhum Pasien Covid akan Laporkan RS Bina Sehat ke Polisi

Ahmad Said Hidayat, anak Rosidi, almarhum pasien Covid-19 yang dirawat di RS Bina Sehat

Jember (beritajatim.com) – Keluarga Rosidi, almarhum pasien Covid-19, akan melaporkan manajemen Rumah Sakit Bina Sehat ke Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur. Hal ini dikemukakan Ahmad Said Hidayat, anak Rosidi, usai bertemu dan berdialog dengan manajemen Bina Sehat dan Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini, di salah satu ruangan rumah sakit tersebut, Jumat (7/8/2020).

Musyawarah tejadi, setelah keluarga Rosidi bersama puluhan orang warga Jalan Gajah Mada Gang 19, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, mendatangi Bina Sehat. Mereka mendesak manajemen RS Bina Sehat untuk menjelaskan kebenaran status Covid-19 Rosidi (61). Warga menilai ada kejanggalan dalam penentuan status pasien tersebut.

“Sekian lama saya menunggu jawaban Rumah Sakit Bina Sehat, jawabannya terkesan dilimpah-limpahkan, mulai dari Dinas Kesehatan dan rumah sakit. Ini menimbulkan ketidakjelasan. Sepulang dari sini, kami bawa permasalahan ini ke jalur hukum,” kata Said.

Keluarga Rosidi akan menemui Komisi D DPRD Jember, Senin (10/8/2020). “Saya tetap minta penjelasan Bina Sehat untuk pertanggungjawabannya,” kata Said.

Rosidi adalah pasien penyakit jantung dan sudah sering keluar-masuk Bina Sehat sejak 2015. Dia meninggal pada Minggu, 2 Agustus 2020. “Bapak saya dari ICU dipindah ke ruang isolasi. Dengan hanya berdasarkan foto ronsen, bapak saya terindikasi suspect Covid-19,” kata Said.

Said heran, karena awalnya sang ayah dikatakan terindikasi Covid-19 berdasarkan foto ronsen. “Saya rasa kalau orang perokok difoto ronsen, semuanya Covid. Dan ketika saya minta swab ke Bina Sehat, pagi itu hasil swab belum dikeluarkan karena antre,” katanya. Ia risau karena Bina Sehat tak bisa memastikan kapan hasil swab dirilis.

Sementara itu, di tengah masyarakat, keluarga Rosidi jadi bahan pergunjingan. “Bapak saya dinyatakan positif, tapi surat belum saya terima. Kalau itu menimpa keluarga Anda, apa akan diam sebagai anak, atau akan menuntut keadilan,” kata Said.

Said mendatangi RS Bina Sehat kemarin dan mengancam akan membongkar makam sang ayah jika surat hasil swab tak juga terbit. “Hasil swab baru hari ini saya terima, dengan tak ada nomor register,” katanya.

Said mengatakan, ayahnya dinyatakan positif Covid-19. Namun, keluarga dan warga sekitar masih tetap beraktivitas normal, tanpa ada anjuran isolasi mandiri maupun pelacakan penyebaran penyakit lebih jauh dari pihak berwenang.

“Tidak dilakukan tracing (terhadap keluarga dan lingkungan sekitar). Ini kan lucu. Yang kita ketahui selama ini, kalau ada orang terindikasi suspect, ada imbauan dilakukan isolasi mandiri. Selama ini di rumah tak ada imbauan seperti itu. Jadi terkesan seolah-olah itu dibiarkan,” kata Said.

Selain mengadu ke DPRD Jember, Said akan melaporkan penanganan medis oleh manajemen RS Bina Sehat ke polisi. “Surat (hasil tes swab) tidak teregister. Tadi (dalam pertemuan), pihak Bina Sehat akan memperbaiki. Ini ada masalah, baru memperbaiki. Kan telat,” katanya. Ia juga mempertanyakan surat hasil swab itu ditandatangani ahli madya kesehatan dan bukan dokter.

Usai pertemuan, Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini dan manajemen Bina Sehat menolak berkomentar. Dyah meminta kepada wartawan agar mewawancarai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triono. Namun Gatot menyatakan belum mendapat laporan resmi. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar