Pendidikan & Kesehatan

Kelengkapan APD dan Fasilitas di Jember Belum Diikuti Kedisplinan Protokol Covid

Jember (beritajatim.com) – Kelengkapan alat pelindung diri (APD) dan fasilitas untuk menjalankan protokol kesehatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sudah memadai. Namun kedisplinan masyarakat untuk mematuhi protokol masih rendah.

“Mohon maaf, sepertinya kalau kita lihat di tempat-tempat umum masih kurang. Tempat wisata kami perbolehkan buka dengan syarat bukan hanya kelengkapan (protokol kesehatan), tapi juga pengawasannya. Perlengkapan lengkap di mana-mana tapi tidak digunakan (oleh masyarakat), ya sama saja,” kata Sekretaris Satuan tugas penanganan Covid-19 di Kabupaten Jember, Satuki.

Satuki mengatakan, penerapan protokol kesehatan di Jember harus ditingkatkan. “Data yang masuk, (jumlah kasus Covid) di Jember masih meningkat. Tiap hari ada 16-17 kasus, sehingga satgas harus mengantisipasi dengan mitigasi seperti yustisi dan sebagainya,” katanya.

Menurut Satuki, virus ini sudah menyebar ke mana-mana. “Desa, pasar-pasar, sekarang rata. Di perkebunan ada orang yang tidak pernah keluar (bepergian), tapi sekarang masuk rumah sakit,” katanya.

Data terakhir yang dlansir Satgas Penanganan Covid-19 pada 3 November 2020 menunjukkan, total ada 1.273 kasus Covid 19 di Kabupaten Jember saat ini. Sebanyak 1.075 orang sembuh, 141 orang masih dirawat, dan 57 orang meninggal dunia.

Operasi yustisi pemakaian masker masih terus dilakukan. Satuki mengatakan, operasi itu mengingatkan masyarakat agar lebih patuh terhadap protokol kesehatan. Selain operasi yustisi, pemerintah juga melakukan sosialisasi melalui media sosial dan komunitas-komunitas di warga. “Sepertinya di luar sudah aman. Tapi kami pegang data, dan data kasus yang bertambah tiap hari semakin banyak,” katanya.

Jadi, Satuki meminta masyarakat tidak merasa kondisi saat ini sudah aman. “Saya secara pribadi menyampaikan kepada teman-teman camat dan organisasi perangkat daerah, bahwa bukan hanya persyaratan (kelengkapan alat pelindung diri) yang lengkap, tapi pengawasan (perilaku),” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar