Pendidikan & Kesehatan

Kegiatan Belajar Mengajar di Pamekasan Mulai Digelar Hari Ini

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Akhmad Zaini.

Pamekasan (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Akhmad Zaini menyampaikan proses pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SD/SMP) tahun ajaran baru mulai dilakukan per hari ini, Senin (13/7/2020).

Sebagian besar proses pembelajaran tetap menerapkan sistem daring (online) atau belajar dari rumah, hal tersebut sebagai langkah antisipatif sekaligus upaya mencegah penyebaran Covid-19 sesuai dengan Surat Edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Namun beberapa sekolah atau lembaga pendidikan yang berada di zona hijau penyebaran Covid-19, diperkenankan melaksanakan proses pembelajaran atau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan sistem tatap muka. Itupun dengan tetap menerapkan protokol Covid-19.

“Proses pembelajaran tahun ajaran baru tetap aktif, tetapi kita terapkan melalui sistem belajar dari rumah (sistem online). Hal itu Sesuai surat edaran Kemendikbud, sekaligus kita terapkan melalui pedoman pembelajaran yang kita buat sesuai regulasi,” kata Akhmad Zaini.

Terlebih saat ini angka kasus penyebaran Covid-19 di Pamekasan, relatif masih tinggi dan terus naik. Tercatat perkembangan pasien positif yang tersebar di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, sudah mencapai angka sebanyak 170 orang, meliputi sebanyak 89 orang dirawat, 24 orang meninggal dunia, serta sebanyak 57 orang dinyatakan sembuh.

“Dari itu kita kita memberlakukan pengurangan jam belajar, misalnya untuk tingkat PAUD (KB dan TK) dilakukan dari Senin hingga Sabtu mulai pukul 7:00 sampai 9:00 WIB, tingkat SD/SMP mulai pukul 7:00 hingga 10:00 WIB, tapi khusus Jum’at mulai pukul 7:00 hingga 9:00 WIB,” unykapnya.

Selain itu, pembagian jadwal selama daring diserahkan kepada sekolah masing-masing. Begitu juga dengan tenaga pendidikan seperti para guru juga diberlakukan pengurangan jam kerja, selebihnya menggunakan sistem bekerja dari rumah. “Jadi di luar jam ketentuan di atas, pendidik dan tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dari rumah masing-masing,” jelasnya.

Dari itu pihaknya juga berpesan kepada para guru dan murid, agar selama pembelajaran daring pihak sekolah diminta agar menyediakan fasilitas sesuai kemampuan masing-masing sekolah, target kurikulum juga harus benar-benar diperhatikan. “Untuk para siswa diharapkan tetap semangat dalam melaksanakan pembelajaran, karena bejajar itu bisa dimana saja,” pungkasnya. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar