Pendidikan & Kesehatan

Kedatangan Perantauan Asal Bojonegoro Akan Dipantau

Petugas Dinas Kesehatan bersama Babinsa dan petugas keamanan Stasiun Besar Bojonegoro melakukan pengecekan penumpang Kereta Api (KA) yang turun di Bojonegoro menggunakan thermal scanner.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Perantauan yang akan pulang ke rumah asal, khususnya dari Kabupaten Bojonegoro akan dipantau. Pemantauan dilakukan oleh TNI melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Hal itu dilakukan guna pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Bojonegoro yang masih belum memasuki zona merah. Pemantauan salah satunya dilakukan di Stasiun Bojonegoro.

Komandan Koramil 0813-01/Bojonegoro, Serka Agus Setiono, bersama Tim Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) melaksanakan pemantauan kedatangan pemudik di Stasiun Kereta Api Bojonegoro mulai, Sabtu (4/4/2020).

Serka Agus Setiono, mengatakan bahwa untuk memastikan pemantauan berjalan efektif terhadap pemudik yang masuk di wilayah Kabupaten Bojonegoro, di area stasiun tersebut juga didirikan Posko Pemantauan dan Posko pelayanan covid-19.

“Dalam pemantauan ini, sekaligus juga dilakukan pendataan guna mengetahui penumpang kereta api yang datang ke Bojonegoro. Untuk selanjutnya pengecekan kesehatan oleh Dinkes Bojonegoro,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan penumpang kereta api Jayabaya tujuan Malang-Jakarta dan Kereta api Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya Pasar Turi, penumpang yang turun sebanyak 12 orang. Sedangkan penumpang yang naik sebanyak 10 orang. “Hasil pemeriksaan kesehatan oleh tim medis, semua penumpang dalam keadaan sehat,” pungkasnya.

Turut serta dalam pemantauan ini petugas kesehatan dari Dinkes Bojonegoro, Siti Qomariatun, A.Md., Bhabinkamtibmas Bripka Suratno, Dishub, serta pihak keamanan stasiun. Masing-masing pemerintah desa melalui surat edaran Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah juga diimbau agar membuat ruang khusus isolasi bagi pendatang dari kawasan zona merah.

Sementara update sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro Per 4 April 2020 pukul 15.00 WIB menyebutkan jumlah ODP turun dibandingkan kemarin (3/4) yaitu sebanyak 56 orang, penambahan jumlah ODP baru sebanyak 2 orang di Kecamatan Kedungadem dan Kapas.

“ODP yang telah selesai dalam pemantauan dinyatakan sehat secara kumulatif terus meningkat menjadi sebanyak 41 orang,” ujar Kabag Humas Pemkab Bojonegoro, Masirin.

Sebagai tindak lanjut Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor : 188/0632/KEP/412.306/2020 tentang Perpanjangan Penetapan Status Kejadian Luar Biasa Non Alam Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, untuk siswa TK, KB, SPS, SD (negeri/swasta) dan SMP (negeri/swasta) disampaikan bahwa kegiatan belajar dirumah diperpanjang sampai 19 April 2020, sedangkan jenjang SMA, SMK dan PK-PLK sesuai kebijakan Pemrov Jawa Timur belajar dirumah diperpanjang sampai 21 April 2020.

“Mari kita putus rantai Covid-19 dengan mengurangi aktivitas diluar rumah/berkumpul, jaga jarak, cuci tangan dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” imbuhnya [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar