Pendidikan & Kesehatan

Kedapatan Suhu Tubuh di Atas 38 derajat celcius, Siswa Baru di SMPN 1 Jetis Mojokerto Diminta Pulang

Kepala SMPN 1 Jetis, Subroto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Jetis, Kabupaten Mojokerto dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Selain dibagi empat gelombang, juga dilakukan pengecekan suhu badan.

Tahun Ajaran 2020/2021, ada sebanyak 256 siswa. Mereka dibagi empat gelombang untuk mengikuti MPLS yang digelar selama empat hari. Mulai Senin (13/7/2020) sampai Kamis (16/7/2020) mendatang. Para siswa akan mengikuti MPLS setiap hari dengan waktu satu jam.

Sebelum mengikuti MPLS, di depan gerbang mereka harus dicek suhu tubuh. Jika kedapatan di atas 37 derajat celcius diminta untuk pulang, sementara suhu tubuh di bawah 37 derajat celsius diminta cuci tangan sebelum masuk kelas.

Kepala SMPN 1 Jetis, Subroto mengatakan, ada 256 siswa baru yang mengisi delapan rombel. “Ada empat sesi, masing-masing kelas 16 siswa. MPLS mulai dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB,” ungkapnya, Senin (13/7/2020).

Masing-masing kelas akan mengikuti MPLS setiap harinya selama satu jam. Menurutnya, MPLS di SMPN 1 Jetis dilakukan secara sederhana. Di jam pertama, para siswa mengikuti upacara kemudian dilanjutkan masuk kelas.

“Mereka masuk kelas untuk pengenalan wali kelas dan ke perpustakaan untuk pinjam buku. Maksimal satu kelas satu jam, yang agak lama pengambilan buku. Iya tadi ada satu siswa suhu badannya di atas 37 derajat celcius,” katanya.

Sehingga setelah mendapatkan buku, lanjut Subroto, siswa tersebut diminta untuk pulang. Sementara untuk siswa kelas II dan III, proses belajar mengajar dilakukan secara daring atau online.

Sementara itu, siswa baru yang kedapatan suhu badan di atas 37 derajat celcius tersebut yakni Elsa Nur Hidayah. Ia merupakan pelajar asal Desa Waru Gunung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

“Mau ikut MPLS, jam 9. Tapi suhu badannya 38 derajat celsius jadi tidak boleh masuk. Tidak sakit, mungkin dalam perjalanan ke sekolah kena matahari jadi panas. Rumah dekat,” ujar Anita, ibu Elsa Nur Hidayah. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar