Pendidikan & Kesehatan

Seminar MP Pendidikan IPS Universitas Negeri Surabaya

Keberagaman Budaya dan Agama Bukanlah Sumber Ancaman

Surabaya (beritajatim.com) – MP Pendidikan IPS Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengadakan seminar bertema Peran Agama dan Budaya dalam Membentuk Harmonisasi Kehidupan Bermasyarakat di Era New Normal. Seminar digelar melalui aplikasi Google Meet, Senin (10/08/2020).

Sering dijumpai orang-orang yang kurang memahami keterkaitan antara agama dan budaya. Keberadaan budaya dan agama atau keberagaman yang ada dinilai menjadi sebuah ancaman bagi keberadaan mereka.

Di era new normal ini, terdapat beberapa kebijakan yang dibuat sesuai protokol kesehatan, tapi mereka anggap berlawanan karena tidak sesuai dengan keadaan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Mengikuti seminar ini membantu memperluas arti dari agama dan budaya itu sendiri karena dapat membuka pikiran sempit kita mengenai arti dari agama dan budaya. Seminar ini membuat kita mengetahui bahwa agama dan budaya jelas memiliki keterkaitan yang erat. Dimana kesatuan keterkaitan itu sangat penting dijaga agar tercipta kehidupan yang damai di era new normal ini,” ungkap Lady Elfasta Tyas Pertiwi, mahasiswa Unesa.

Menurut Lady, sebagai individu dan manusia yang berfikir, diharapkan tidak gampang terprovokasi akan isu-isu yang ada. Harus mencintai keberbedaan. Karena agama dan budaya saling berkaitan antara satu sama lain.

“Kita sebagai generasi muda dapat melek dan mau belajar dengan budaya yang ada serta mereka dapat mensosialisasikan budaya dan menciptakan kerukunan serta menumbuhkan rasa toleransi diantara keberagaman yang ada di sekitar mereka tanpa membedakan atau memandang apa yang melekat pada diri individu tersebut,” tutupnya. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar