Pendidikan & Kesehatan

Ke Pasar Tanpa Masker, Warga Gresik Dihukum Push Up

Gresik (beritajatim.com) – Aparat keamanan di Gresik mulai bertindak tegas terhadap warga yang tak mengenakan masker saat melakukan aktivitas di pasar. Selain melakukan teguran, petugas baik itu dari Polri dan TNI menghukum warga dengan push up serta membersihkan halaman pasar.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto mengatakan, hukuman push up dan membersihkan halaman pasar merupakan sanksi sosial bagi warga yang tak mengenakan masker saat melakukan aktivitas diluar.

“Kami bersama anggota TNI dan Satpol PP serta anggota Brimob melakukan kegiatan kampanye Gerakan Gresik Sehat. Saat itu, memergoki warga tak mengenakan masker jadi kami hukum dengan push up dan membersihkan halaman pasar,” katanya, Rabu (18/08/2020).

Masih menurut Yanto Mulyanto, selain melakukan sanksi sosial. Pihaknya dibantu anggota TNI, Satpol PP dan anggota Brimob melaksanakan
sosialisasi untuk tetap menjaga jarak. Serta menghindarib kerumunan orang agar terhindar dari penularan virus Covid-19.

“Petugas juga membagikan masker kepada pengguna jalan yang melintas. Tapi, jika di kemudian hari tetap membandel hukuman sosial siap menanti,” paparnya.

Kampanye kegiatan ‘Gerakan Gresik Sehat’ akan terus ditingkatkan. Hal itu seiring dengan berubahnya status Gresii yang semula zona merah. Kini menjadi zona oranye terkait dengan penyebaran Covid-19.

“Sedikitnya ada 100 masker yang dibagikan ke masyarakat termasuk pengguna jalan. Jumlah ini akan ditingkatkan terus,” ujar Yanto Mulyanto.

Sementara itu, berdasarkan data up date Satgas Covid-19 Gresik per 18 Agustus 2020. Pasien yang sembuh setelah menjalani perawatan medis ada 1.651 orang. Sementara yang melakukan isolasi mandiri 504 orang. Sedangkan pasien yang terkonfirmasi positif ada 2.315 orang. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar