Pendidikan & Kesehatan

Kasus Terus Bertambah, Fasilitas Isolasi Menjadi Terbatas

Virus Corona Covid-19

Ponorogo (beritajatim.com) – Penambahan kasus konfirmasi baru diawal tahun 2021 masih terjadi di Ponorogo. Data dari tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo, mencatat total kasus mencapai 1.317 orang. Sedangkan pasien yang saat ini sedang menjalankan isolasi mencapai 225 orang.

“Kasus konfirmasi positif tidak hanya ada, tapi jumlahnya kini terus bertambah,” kata Bupati Ipong Muchlissoni dalam rilis tertulisnya, Kamis (7/1/2021).

Jumlah kasus secara kumulatif 1.317 orang itu, setelah mendapat tambahan kasus baru sebanyak 30 kasus. Kasus baru tersebut, terdiri dari 12 orang yang merupakan kontak erat pasien positif sebelumnya. Kemudian ada 14 orang suspek yang dirawat di rumah sakit, dengan gejala sedang sampai berat yang mengarah ke Covid-19. Ada 2 orang melakukan pemeriksaan rapid antibody secara mandiri dengan hasil reaktif. Setelah dilakukan pemeriksaan PCR didapatkan hasil positif. Terakhir, ada lagi 2 orang melakukan pemeriksaan PCR secara mandiri dan didapatkan hasil yang positif.

“Saya tidak akan bosan mengingatkan, teruslah disiplin pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, hindari kerumunan. Jaga diri, jaga keluarga, jaga orang-orang sekitar yang kita cintai,” katanya.

Selain tambahan kasus baru, Ipong juga mengabarkan adanya 2 pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Mereka adalah perempuan usia 56 tahun yang berdomisili di Kecamatan Sawoo. Dan satu lagi, laki-laki umur 59 tahun asal Kecamatan Ponorogo. Dengan tambahan itu, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal di Ponorogo sudah mencapai 60 orang.

Kasus tambahan yang dari akhir tahun lalu massif hampir setiap hari, membuat keterisian ruang ICU dan fasilitas isolasi semakin meningkat dan mengkhawatirkan. UGD RSUD dr. Harjono kemungkinan terpaksa akan menutup pelayanan, karena terdapat salah satu nakesnya yang terkonfirmasi positif. Sehingga nakes yang lain harus isolasi mandiri. Betapa hal ini sangat mengkhawatirkan dan menunjukkan betapa Covid-19 ini harus benar-benar diwaspadai.

“Ayo disiplin terhadap protokok kesehatan dan hindari kerumunan. Mari kita menjadi bagian dari solusi untuk pencegahan persebaran Covid-19 di bumi reyog,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar