Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Kasus Stunting Kabupaten Pasuruan Turun Dibanding Tahun 2020

Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berupaya menurunkan kasus stunting (gagal tumbuh pada anak balita/pendek) dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan menggelar Rembug Stunting, yakni forum musyawarah antara Pemda (Dinkes, KB PP, Bappeda dan OPD terkait), kader kesehatan, PAUD, warga desa dengan pemerintah Desa dan BPD.

Rembug Stunting tersebut digelar di Hotel Tretes View selama 2 hari berturut-turut, dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron (Gus Mujib), Senin (25/10/2021). Dalam sambutannya, Gus Mujib mengatakan, di dalam rembug stunting, semua stake holder terkait dipertemukan jadi satu, untuk membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di Desa. Khususnya dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada di Desa.

“Ada keseriusan dari seluruh pihak yang terkait. Harus bertemu semua, kemudian sharing satu sama lain yang intinya adalah percepatan penurunan kasus stunting. Bagaimana program penurunan kasus stunting betul-betul menjadi prioritas,” katanya.

Di Kabupaten Pasuruan, prevalensi stunting berdasarkan bulan timbang dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Dimana pada tahun 2020 sebesar 21,51%, dan pada tahun ini menurun menjadi 18,10% dari target provinsi sebesar 21,1%.

Meski menurun, Gus Mujib menegaskan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Pasuruan masih cukup tinggi. Terlebih, sejak tahun 2020 hingga tahun ini, Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu daerah yang terpilih sebagai lokus penilaian kinerja penurunan stunting terintegrasi di Jawa Timur.

“Kita masih jadi lokus stunting di Jatim, karena jumlah kasusnya terbilang masih tinggi. Untuk itu, percepatan penurunan kasus stunting harus terus dikejar sampai tuntas,” tegasnya.

Lebih lanjut Gus Mujib menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama para orang tua agar betul-betul memperhatikan kesehatan dan gizi bayi sejak dalam kandungan.

“Ibu mulai hamil haru betul-betul memeriksa kandungannya secara rutin sesuai program. Kalau ada keluhan apapun, segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan sampai anak mengalami stunting karena dampaknya akan terjadi hingga usia dewasa. Istilahnya akan muncul penyakit-penyakit tertentu,” harapnya.

Sementara itu, di sela-sela rembug stunting, Gus Mujib ikut menandatangi komitmen bersama konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting antara Pemkab Pasuruan dengan OPD, Camat, Ormas, IDI hingga perusahaan swasta. [ada/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar