Pendidikan & Kesehatan

Kasus Positif Tinggi, Kadinkes Ponorogo Sebut Penularan Komplek

Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sudah setahun berjalan, pandemi Covid-19 ini belum juga hilang. Tak terkecuali di Ponorogo, segala upaya pencegahan penularan sudah dilakukan. Namun, jumlah kasus positif aktif di bumi reyog masih banyak, bahkan menjadi salah satu yang tertinggi di provinsi Jawa Timur.

Menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, jumlah kumulatif pasien Covid-19 di Ponorogo sudah mencapai 2.866 pasien. Dengan pasien sembuh mencapai 2.488 orang dan kasus pasien meninggal sebanyak 159 orang. Artinya ada 217 orang yang saat ini menjadi pasien positif aktif.

“Kasus pasien positif aktif tinggi di Ponorogo ya penyebabnya banyak sekali. Tetapi yang jelas tingkat penularannya tinggi,” kata Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Senin (8/3/2021).

Saat ini, pergerakan atau mobilitas masyarakat tinggi. Sehingga bisa menyebabkan penularan dari orang satu ke orang lainnya. Selain itu penularan mungkin juga disebabkan dari pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Selama isoman itu, apakah si pasien menjalani isolasi secara tertib atau masih suka keluar rumah sehingga berpotensi untuk meningkatkan penularan. “Jadi kasus penularan di Ponorogo sudah komplek sekali,” katanya.

Irin sapaan karib Rahayu Kusdarini menyebut  butuh kesadaran dari semua pihak untuk menekan penularan Covid-19 ini. Baik itu petugas maupun masyarakat, sebab ini merupakan penyakit menular. Setiap hari hampir ada kasus baru di Ponorogo. Ke depan, akan ada wacana semua pasien positif harus melakukan isolasi di shelter, tidak boleh isolasi mandiri.

“Pasien positif yang isoman ini mungkin kedisiplinannya kurang, jadi ada wacana untuk menjalani isolasi di shelter,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar