Pendidikan & Kesehatan

Kasus Positif Aktif Tinggi di Ponorogo, Warga Serbu Vitamin di Apotek

Warga yang membeli vitamin di salah satu apotek di Ponorogo. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Banyaknya kasus positif Covid-19 aktif di Ponorogo, membuat masyarakat lebih aware dengan kesehatan tubuhnya. Mereka melakukan segala cara untuk meningkatkan imun tubuh. Selain melakukan protokol kesehatan memakai masker setiap harinya, supaya imun kuat juga disuplai obat anti virus dan berbagai vitamin.

Nah, keadaan tersebut membuat stok obat anti virus dan juga vitamin di pasaran semakin terbatas, terlebih lagi di beberapa apotek di Ponorogo. Tingginya permintaan serta keterlambatan pengiriman dari distributor membuat masyarakat susah mendapatkannya.

“Mungkin PPKM ini, obat-obatan di distributor mengalami keterlambatan untuk pengirimannya,” kata Penanggungjawab Apotek Medika, dr. Endang Purwanti, Minggu (1/8/2021).

Permintaan yang sangat tinggi dari masyarakat, membuat Endang mengambil kebijakan untuk membatasi pembelian vitamin-vitamin untuk menjaga imun tubuh tersebut. Kalau kebijakan itu tidak dilakukan, bukan tidak mungkin pihaknya akan mengalami kekosongan stok.

“Dari distributor untuk obat anti virus juga dibatasi, tidak bisa order semau gue. Kalau vitamin yang dibatasi ya merk tertentu, biasa yang laku di masyarakat,” katanya.

Tingginya masyarakat yang membeli vitamin di apotek, juga diamini oleh Merita Setya Kumalasari, apoteker di Apotek Kimia Farma di Ponorogo. Keadaan tersebut, menurut Merita bentuk langkah preventif dari masyarakat supaya tubuhnya tidak terkena virus. Baik itu virus corona maupun virus lainnya.

“Kalau permintaan vitamin dari masyarakat memang tinggi. Ya mungkin itu langkah preventif masyarakat supaya tubuhnya selalu sehat terhindar dari virus,” katanya.

Disaat beberapa apotek mengalami kesulitan menyediakan obat anti virus dan vitamin, Merita mengeklaim di apoteknya untuk obat-obat anti virus dan vitamin sudah mulai ready stok. Bahkan untuk jenis merek tertentu yang dianggap langka di pasaran, di apoteknya ada.

Selain memiliki ketersediaan obat anti virus dan vitamin yang cukup, apotek plat merah tersebut mematok harga juga sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan oleh Kemenkes.

“Untuk ketersediaan obat anti virus dan vitamin, di apotek kimia farma sudah mulai ready stok,” katanya.

Meskipun begitu, untuk pembelian obat anti virus di apoteknya, sesuai dengan kebutuhan  atau sesuai dengan resep dokter. Sehingga jika ada masyarakat yang membeli tidak pakai resep dokter, maka tidak akan dilayani. Untuk mengetahui ketersediaan obat ataupun vitamin di apoteknya, Merita meminta masyarakat untuk mengeceknya di stok obat di aplikasi.

“Untuk mengetahui stok obat-obatan di apotek kami, masyarakat bisa mengeceknya di aplikasi farma+ yang dikeluarkan oleh Kemenkes itu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Dinkes Jatim, jumlah kasus positif aktif di Ponorogo mencapai 2.350 orang. Data tersebut pada update terakhir tanggal 31 Juli 2021.(end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar