Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Kasus PMK Tinggi di Pudak Ponorogo, Ini Faktor Penyebabnya

Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo, Masun (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kecamatan Pudak adalah yang terbanyak di Kabupaten Ponorogo.

Bahkan 80 persen sapi yang terjangkit, berasal dari kecamatan yang berada diujung timur bumi reog tersebut.

Ya, memang Kecamatan Pudak sedari dulu dikenal sebagai sentra sapi perah. Dari populasi kurang lebih 10.000 sapi, kini yang sudah terjangkit PMK mencapai separuhnya.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo, Masun mengatakan ada dua faktor yang menyebabkan penularan PMK di Kecamatan Pudak cukup tinggi. Yakni kandang disana merupakan kandang koloni. Artinya satu kandang bisa dihuni lebih dari 5 sapi. Sehingga jika ada satu saja sapi yang terkena, maka potensi menular ke sapi lainnya cukup tinggi.

“Di Pudak kan kandangnya koloni, jika satu terkena maka sapi lainnya juga dipastikan tertular,” ungkap Masun, Kamis (23/6/2022).

Faktor kedua adalah jarak antar kandang. Kecamatan Pudak yang dikenal sentra sapi perah, otomatis banyak warganya yang memelihara sapi. Kandangnya pun juga berdekatan satu dengan yang lainnya. Hembusan aerosol dari sapi yang terjangkit PMK, bisa menulari sapi di kandang lain yang jaraknya tentunya cukup dekat.

“Apapun sapinya baik perah maupun potong, kalau ada di kandang koloni dan jarak antar kandang dekat, ya potensi tertularnya cukup tinggi,” katanya.

Hal berbeda penularan di daerah-daerah dibawah Kecamatan Pudak. Penularan relatif sedikit. Sebab selain bukan kandang koloni, dimana satu kandang mungkin hanya diisi oleh satu atau dua sapi saja. Nah, ketika terjangkit pun hanya terjadi di satu kandang sebab jarak antar kandang juga cukup jauh.

“Kenapa sapi potong terjangkit relatif jumlahnya sedikit karena jarak antar kandangnya juga cukup jauh. Karena bukan kandang koloni, satu kandang mungkin hanya untuk satu atau dua sapi saja,” jelas Masun.

Untuk diketahui, dari data rilisan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tertanggal 21 Juni 2022, jumlah sapi yang terjangkit seluruhnya ada 6.824 ekor. Dari jumlah itu, sebanyak 182 ekor mati. Sementara untuk dipotong paksa atau bersyarat ada 306 ekor dan sapi yang sudah sembuh sebanyak 38 ekor. Dimana di Kecamatan Pudak, kasus sapi yang terjangkit PMK ada 4.745 ekor, dengan jumlah sapi yang mati ada 182 dan mati karena dipotong bersyarat ada 306 ekor. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar