Pendidikan & Kesehatan

Kasus Covid Bertambah, Sumenep Naik Status Level 4

Operasi Yustisi penegakan prokes di Kecamatan Kota Sumenep beberapa waktu lalu (foto: Temmy)

Sumenep (beritajatim.com) – Kebijakan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat hingga 9 Agustus 2021, untuk Kabupaten Sumenep saat ini naik menjadi level 4 setelah sebelumnya di level 3.

“Naiknya level PPKM Sumenep tentu saja mengacu pada beberapa indikator. Diantaranya temuan kasus Covid-19 yang meningkat, kemudian angka kematian juga bertambah,” kata Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep, R. Abd. Rahman Riadi, Rabu (04/08/2021).

Dampak dari naiknya level itu, maka penerapan PPKM semakin diperketat dari level 3 sebelumnya. “Aturan-aturannya tentu saja lebih ketat, menyesuaikan dengan Instruksi Mendagri tentang PPKM,” ujarnya.

Perpanjangan PPKM Level 4 di sejumlah daerah di Indonesia tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 27 dan 28 Tahun 2021. Inmendagri Nomor 27 Tahun 2021 mengatur tentang PPKM level 4, level 3, dan level 2 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali. Sedangkan Inmendagri Nomor 28 Tahun 2021 mengatur tentang PPKM level 4 Covid-19 di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sumenep, Koesmawati menjelaskan, selama PPKM darurat diberlakukan, tercatat ada 222 kasus Covid-19 di Sumenep. Sampai awal Agustus, jumlah pasien meninggal sebanyak 58 orang. “Kalau dirata-rata, per hari jumlah kematian pasien positif Covid-19 sebanyak 3-7 orang,” terangnya.

Masih tingginya jumlah kasus Covid-19 di Sumenep ditengarai karena masih banyak warga yang abai terhadap protokol kesehatan. Karena itu, Satgas Covid-19 terus berupaya melakukan sosialisasi dan Operasi Yustisi, agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Cara paling efektif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah dengan mematuhi prokes yakni 5 M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” ucapnya. (tem/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar