Pendidikan & Kesehatan

Kasus Covid-19 Turun, PPKM di Gresik Malah Diperpanjang

Petugas gabungan dari TNI dan Polri gencar melakukan operasi yustisi protokol kesehatan saat PPKM di Gresik diperpanjang lagi

Gresik (beritajatim.com) – Tren kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Gresik terus menurun. Kendati turun dan masuk kategori zona kuning. Namun, pemkab kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembataaan Kegiatan Masyarakat (PPKM) keempat hingga 19 April 2021.

Kabag Humas Pemkab Gresik Reza Pahlevi mengatakan, meski kasus positif sudah turun, PPKM tetap diperpanjang karena dirasa efektif menekan kasus persebaran Covid-19. Dengan perpanjangan ini, diharapkan bisa beralih ke zona hijau.”Secara garis besar aturannya sama. Hanya perpanjangan saja PPKM yang keempat,” tuturnya, Jumat (9/04/2021).

Perpanjangan PPKM keempat lanjut Reza juga ditandatangani oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) melalui Surat Edaran (SE) nomor 9 tahun 2021 tentang PPKM dan Pengoptimalan Menekan Penyebaran Covid-19 di Tingkat Desa/Kelurahan.

“Intinya sama di SE tersebut sebagai upaya menekan penyebaran virus corona tidak merebak lagi. Untuk itu, ada pembatasan aktivitas masyarakat di area publik,” ujarnya.

Meski kasus konfirmasi positif di Gresik memang menurun drastis. Bahkan, di sejumlah rumah sakit sudah kosong pasien Covid-19. Namun, tambahan kasus positif masih ada, sedangkan insentif tenaga kesehatan (Nakes) sudah diberhentikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun para tenaga kesehatan itu sejauh ini sudah menerima insentif hingga bulan Januari 2021. Namun, begitu mengajukan Lpj untuk pencairan bulan Februari 2021 ditolak dan dikembalikan. “Infonya anggaran sudah tidak ada,” kata salah satu nakes yang enggan disebut namanya.

Seperti diketahui, insentif ini diberikan khusus untuk tenaga kesehatan. Baik PNS maupun non PNS. Untuk Nakes di rumah sakit pembagiannya yakni dokter spesialis mendapat Rp 12 juta per bulan. Kemudian dokter umum Rp 5 juta, perawat/bidan Rp 4 juta, dan kesehatan lain Rp 3 juta.

Sedangkan nakes di Puskesmas dan Dinkes nilainya lebih rendah. Yakni, dokter umum dan dokter gigi Rp 2,5 juta, perawat/bidan Rp 2 juta, dan nakes lain Rp 1,5 juta. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar