Pendidikan & Kesehatan

Kasus Covid-19 Tinggi, PTM Semester 2 Tunggu Juknis

Surabaya (beritajatim.com) – Kasus Covid masih terus bertambah dan secara terus menerus naik. Kebijakan untuk dimulai kembali pertemuan tatap muka (PTM) sekolah sedang dalam proses menunggu petunjuk teknis pelaksanaan.

Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Surabaya-Sidoarjo, melalui Cabdindik wilayah Surabaya-Sidarjo, Lutfi Isa Anshori menuturkan hingga saat ini pihaknya masih menunnggu keputusan dari pemerintah daerah terkait teknis pelaksanaan (PTM) di bulan Januari mendatang. Sebab, di awal kebijakan tersebut diserahkan oleh Kemdikbud ke pemda atau pemkot masing-masing wilayah.

“Kita selama belum ada juknis dan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 akan menjalankan (pembelajaran,red) daring. Kita tidak mau ambil resiko. Dan sudah kita koordinasikan dengan kepala sekolah,” ujar Lutfi, Jumat (1/1/2020).

Kebijakan (daring, red) tersebut, lanjut Lutfi, juga berlaku bagi sekolah yang telah melakukan ujicoba PTM. Termasuk bagi SMK yang siswanya seyogyanya menjalankan praktek kerja lapangan (prakerin). Pasalnya, Kemdikbud telah mengusulkan adanya projek work untuk menggantikan prakerin jika kondisi kasus Covid-19 di wilayah tersebut meningkat.

“Sekolah bisa memberi tugas yang sesuai kompetensinya, karena situasi yang tidak normal ini. Untuk bentuknya nanti akan diserahkan ke sekolah masing-masing. Yang jelas akan disesuaikan dengan program keahlian. Kalau dulu ada istilah projek work. Mungkin bisa menggandeng UMKM,” jelas dia.

Menurut Lutfi, antara kegiatan prakerin dan projek work sebenarnya tidak jauh berbeda. Hanya saja, jika dalam prakerin siswa diasah kompetensi dan keahlian sesuai dengan kebutuhan industri. Berbeda dengan projek work yang lebih ditekankan pada menghasilkan produk atau berwirausaha.

“Kalau untuk waktunya akan disesuaikan dengan projek masing-masinb. Kalau prakerin kan sekitar 6 bulanan. Tapi kalau projek work ini akan disesuaikan,” pungkasnya.

Kegiatan projek work juga akan diterapkan SMKN 12 Surabaya untuk beberapa jurusan. Diantaranya jurusan Seni Tari dan Teater yang akan mengundang narasumber dari seniman atau mempunyai sanggar. Namun untuk jurusan Teater, tidak semua kelompok mengundang seniman. Ada di sanggar tertentu yang boleh dipakai prakerin.

“Yang sudah pasti (projek work, red) ini seni tari dan teater. Karena memang tidak dijinkan orangtua sehingga ada beberapa kelompok yang mengundang sanggar tari di Surabaya yang bagus untuk projek work. Outputnya nanti berupa produk garap tari sebagai pengganti prakerin. Akhir projek work akan digelar pagelaran,” jelas Kepala SMKN 12 Surabaya Biwara Sakti Pracihara.

Lebih lanjut, untuk masa projek work tergantung dari persetujuan kepala jurusan. Masimal kegiatan berjalan selama tiga bulan. Tak hanya itu, Praci juga menuturkan untuk jurusan non seni, beberapa siswa sudah melakukan prakerin di berbagai perusahaan dan UMKM. Mereka akan melakukan prakerin maksimal 1 tahun.

Sementara itu, dari hasil diskusi SMKN 1 Surabaya dengan IDUKA ada beberapa solusi yang ditawarkan dalam prakerin. Diantaranya magang online, dan pembuatan projek work.

Untuk projek work, Kepala SMKN 1 Surabaya, Tjiptoadi Nugroho mencontohkan projek jurusan Multimedia SMKN 1 Surabaya, misalnya membuat video produk pembuatan roti dan pemasarannya.

“Mulai proses hingga selesai ini di capture, di videokan dan kemudian akan dikomunikasikan dengan IDUKA. Dan nanti yang menilai dari pihak industri,” jelasnya.

Terkait magang online, Cip sapaan akrabnya menyebut ada beberapa jurusan yang bisa melakukan magang industri dengan sistem daring seperti Multimedia, Produk Siaran TV, dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) yang notabene bisa dikerjakan secara jarak jauh. Untuk jurusan perhotelan bisa diselanggarakan di sekolah dengan mengundang IDUKA kesekolah untuk penilaianya. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar