Pendidikan & Kesehatan

Kasus Covid-19 Terbanyak di Kecamatan Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Tiga hari belakangan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro mengalami kenaikan signifikan. Terutama di Kecamatan Bojonegoro yang kasusnya paling tinggi.

Hingga Jumat 12 Juni 2020 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro ada sebanyak 21 orang. Sedangkan Pasien dalam Pengawasan (PDP) satu orang dan Orang dalam Pantauan (ODP) lima orang.

Hari ini, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ada penambahan sebanyak empat orang. Dari Kecamatan Bojonegoro dua orang, satu dari ODP dan satu orang kasus baru.

Kecamatan Ngasem dan Temayang satu orang peningkatan dari PDP yang telah meninggal dunia. Sehingga status positif terkonfirmasi pada hari ini sebanyak 53 orang, meliputi 52 orang dirawat dan 1 orang telah meninggal dunia.

“Jumlah positif terkonfirmasi kumulatif sebanyak 78 orang, meliputi yang dirawat 52 orang, meninggal dunia 12 orang dan Sembuh 14 orang,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin.

Untuk status PDP ada penambahan baru sebanyak satu orang di Kecamatan Dander, selain itu terdapat satu orang selesai dalam pengawasan di Kecamatan Dander. Sehingga status PDP pada hari ini sebanyak 2 orang. “Status PDP kumulatif sebanyak 25 orang, dalam pengawasan 2 orang, selesai dalam pengawasan 13 orang dan meninggal dunia 10 orang,” terangnya.

Untuk status ODP hari ini ada penambahan baru sebanyak dua orang di Kecamatan Ngasem dan Kedungadem. Sedangkan yang selesai dalam pemantauan sebanyak tiga orang, di Kecamatan Bojonegoro dua orang dan Baureno satu orang.

Sehingga jumlah ODP pada hari ini adalah sebanyak 17 orang. ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 258 orang, meliputi dipantau 17 orang, selesai pemantauan 239 orang dan meninggal dunia 2 orang. “Untuk status ODR sebanyak 42.546 orang dan OTG sebanyak 353 orang,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, untuk mendeteksi penyebaran Covid-19, Pemkab Bojonegoro juga telah melakukan rapid tes masal kepada sejumlah pegawai OPD. Ada sebanyak 202 pegawai dari lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dari hasil rapid tes masal itu, hasilnya non reaktif semu. Diantaranya dari Satpol PP sebanyak 38 personil, Dinas Perhubungan (Dishub) 33 orang, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) 111 personil, BPBD 19 orang dan dari bagian umum satu orang. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar