Pendidikan & Kesehatan

Kasus Covid-19 Melonjak, Rapid Test di Jombang Sasar Seribu Orang

Salah satu warga Kecamatan Peterongan mengikuti rapid test yang digelar Pemprov Jatim di Pasar Peterongan, Selasa (16/6/2020)

Jombang (beritajatim.com) – Jumlah pasien positif Covid-19 di Jombang terus mengalami peningkatan. Data per Selasa (16/6/2020), positif Covid-19 mencapai 178 orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan 11 kasus dibanding sehari sebelumnya.

Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, Pemprov Jatim bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Jombang melakukan rapid test massal di lima kecamatan. Jumlah yang ditargetkan dalam rapid test tersebut sebanyak 1000 orang.

“Ini merupakan upaya Pemprov Jatim dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Jika dalam rapid test ini hasilnya reaktif, akan kita tindak lanjuti dengan tes swab. Jika seribu orang masih kurang, maka akan kita tambah,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Selasa (16/6/2020) ketika ditemui di sela rapid tesr massal di Pasar Peterongan Jombang.

Pasar Peterongan adalah lokasi pertama disasar petugas. Karena di lokasi tersebut paling banyak pasien terinfeksi Covid-19. Oleh sebab itu, pasar yang berada di tepi jalan nasional tersebut sempat ditutup Pemkab Jombang selama tiga hari. Saat ini diberlakukan sistem ganjil-genap.

Warga mengikuti rapid test massal di Pasar Peterongan, Selasa (16/6/2020)

Kecamatan Peterongan juga menjadi penyumbang jumlah positif Covid-19 tertinggi kedua di Kabupaten Jombang. Data terbaru, pasien positif Covid-19 dari Kecamatan Peteroangan sudah tembus 37 orang. “Dari seribu orang yang kita targetkan mengikuti rapid test massal, kita ambil di lima kecamatan, termasuk Peterongan ini,” tambah Kepala Dinas Kesehatan Jombang drg Subandriyah.

Setelah dari Peterongan, rapid test selanjutnya digelar di Pasar Sumobito pada Rabu (17/6/2020). Maklum saja, Kecamatan Sumobito menempati urutan pertama jumlah kasus covid di Jombang. Data terbaru kecamatan ini menyumbang 38 kasus. Bahkan di salah satu desanya menjadi klaster baru, yakni klaster Plosokerep.

“Rapid test ini kita gelar berpindah-pindah. Yakni di lima kecamatan yang jumlah kasus covid-19 relatif tinggi. Di antaranya Kecamatan Peterongan dan Sumobito. Jika hasil rapid test reaktif, maka kita tindak lanjuti dengan tes swab,” pungkas Subandriyah. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar