Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Kasus Covid-19 di Lamongan Turun, Kadinkes : Kita Tunggu Sampai Awal Maret

Kadinkes Lamongan, dr Taufik Hidayat.

Lamongan (beritajatim.com) – Berdasarkan data update terakhir per Jumat (25/2/2022), jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Lamongan saat ini tinggal 543 atau turun 17 dari angka sebelumnya.

Penurunan angka aktif Covid-19 tersebut terhitung sejak tanggal 24 Februari 2022, yang mana saat itu ada sebanyak 560 kasus aktif Covid-19 yang kemudian mengalami penurunan 68 kasus dari hari sebelumnya.

Sedangkan pada hari setelahnya atau tanggal 25 Februari 2022, angka aktif Covid-19 di Kabupaten Lamongan juga kembali turun menjadi 543 atau berkurang 17 kasus. Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, Taufik Hidayat.

“Iya Alhamdulillah, data yang ada di kami, angka aktif Covid-19 di Lamongan memang turun dalam 2 hari ini,” ujar Taufik Hidayat saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (26/2/2022).

Terkait banyaknya kasus aktif Covid-19 di Lamongan yang lebih dari 500 kasus, Taufik berkata, jika hampir separuh kasus tersebut adalah orang Lamongan yang berdomisili di luar Lamongan tapi ber-KTP Lamongan.

Taufik menambahkan, jika pada awal Maret tidak ada kenaikan dan angka kasus aktif Covid-19 terus turun, maka sudah bisa dinyatakan bahwa Lamongan telah melampaui puncak kasus.

Lebih lanjut mengenai varian Omicron di Lamongan, Taufik menuturkan, tercatat sudah ada 2 temuan kasus varian Omicron dari 2 Kecamatan yang berbeda. Ia menyebut, keduanya pun kini sudah dinyatakan sembuh.

“Kedua kasus Omicron di Lamongan ini sudah dinyatakan sembuh dan dua-duanya tanpa gejala dan hasil tracing juga menyatakan kalau semua kontak erat dinyatakan negatif,” ungkapnya.

Meski begitu, Taufik mengimbau kepada warga agar tetap mengetatkan protokol kesehatan (prokes). Karena data tersebut belum bisa memastikan apakah Lamongan sudah melewati puncak Covid-19 atau belum melewati.

“Tetap patuhi protokol kesehatan, kita tunggu sampai awal Maret, jika sampai awal Maret tidak ada kenaikan, berarti kita sudah melampaui puncak kasus,”

“Mari kita taati peraturan pemerintah untuk melakukan jaga jarak fisik dan sosial. Wajib memakai masker, jika keluar rumah maka seperlunya saja. Tetap waspada dan bersama-sama kita putus mata rantai penyebaran Covid-19,” imbaunya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar