Pendidikan & Kesehatan

Kasus Covid-19 di Gresik Naik Drastis, Petugas Nakes Puskesmas Kewalahan

Gresik (beritajatim.com) – Kasus Covid-19 di Kabupaten Gresik naik drastis hingga mencapai 153 orang. Tidak hanya itu, angka kematian tiga hari terakhir ini juga naik drastis. Akibatnya, rumah sakit rujukan covid kian kewalahan karena bed semakin menipis. Hal itu membuat petugas tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas kebingungan merujuk pasien.

Setiap hari, instalasi gawat darurat (IGD) di puskesmas selalu kedatangan pasien. Bahkan dengan keluhan sesak nafas. Salah satu puskesmas yang mengalami hal demikian adalah Puskesmas Cerme.

Kepala puskesmas setempat dr Sukadi menuturkan, sebagian besar pasien yang masuk ke IGD rata-rata dengan keluhan sesak nafas yang setiap harinya ada. Malahan, sewaktu dilakukan tes antigen hasilnya sebagian besar reaktif.

Dengan kondisi demikian lanjut dr Sukadi, pihaknya kesulitan untuk merujuk pasien karena rumah sakit penuh. “Setiap hari ada kalau pasien sesak nafas. Kalau dites banyak yang positif saat dites rapid tes antigen,” ujarnya.

Diakui dr Sukadi, ada beberapa kendala terkait tracing di Dusun Sawahan, Desa Gedangkulut, Kecamatan Cerme. Ini karena pihak warga mengaku apabila waktu siang hari merupakan jam kerja. Sehingga, wajar banyak yang tidak datang ketika akan di-swab.

Dari sana, tim tenaga kesehatan pun meluangkan waktu diluar jam kerja. Kemarin malam (24/6) para nakes stand by di dusun tersebut. Namun, yang datang hanya 39 warga itu pun warga dengan kategori sehat. “Dari hasilnya itu yang positif lima orang,” ungkapnya.

Terkait dengan ini, dirinya berharap untuk memutus mata rantai persebaran covid perlu adanya sinegritas lintas sektor. Termasuk meningkatkan tracing bagi warga yang terpapar. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar